Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Komisi V DPRPT, Tinjau Langsung BLUD RSUD Nabire Bahas Terkiat Manajemen dan...

Komisi V DPRPT, Tinjau Langsung BLUD RSUD Nabire Bahas Terkiat Manajemen dan Sarana Prasarana Yang Menjadi Keluhan Warga  

903
0
Salah seorang petugas medis di BLUD RSUD Nabire saat memberikan penjelasan kepada Direktur BLUD RSUD Nabire dan Komisi V DPR PT - tiiruu-doc
Salah seorang petugas medis di BLUD RSUD Nabire saat memberikan penjelasan kepada Direktur BLUD RSUD Nabire dan Komisi V DPR PT - tiiruu-doc

Nabire, tiiruu.com – Sengkarut Permasalahan di BLUD RSUD Nabire seperti air bersih, masalah pembelian obat di luar rumah sakit, kekurangan obat, pembelian darah, kemudian masalah manajemen BLUD RSUD Nabire mendapat sorotan khusus dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah saat melakukan kunjungan kerja ke BLUD RSUD Kabupaten Nabire.

 

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) Naomi Kotouki, menyampaikan keprihatinan dan upaya supervisi BLUD RSUD Nabire, Jumat (11/7/2025).

 

“Selama ini kami mendapatkan masukan begitu banyak seperti, air bersih, masalah pembelian obat di luar rumah sakit, kekurangan obat, pembelian darah, dan lain sebagainya. Sehingga hari ini kami mengecek langsung ke manajemen BLUD RSUD Nabire agar dapat diperbaiki,” katanya.

 

Kotouki mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak kekurangan baik dalam manajemen oragnisasi dan manajemen keuangan yang kini dibenahi oleh direktu BLUD RSUD Nabire yang baru. Sehingga DPRPT  datang langsung mengunjungi ke BLUD RSUD Nabire untuk menanyakan langsung ke direktur BLUD RSUD Nabire.

 

“Kami berharapa pelayanan di ruangan ruangan pasien pemberian obat dapat dilaksanakan dengan baik agar tidak ada keluhan keluhan dari masyarakat di Nabire.  Pada intinya kami komisi lima siap mengawasi dan mengawal aspirasi aga benar benar dijawab oleh pemerintah maupun pihak swasta yang bermitra dengan kami,”katanya.

 

Wakil Ketua Komisi V Anis Labene berharap agar melalui penanadatangan Supervisi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah direktur baru dapat memperbaiki manajemen yang baik agar complain complain dari masyarakat selama ini.

 

“Kami datang menanyakan langsung ke manajemen rumah sakit nabire karena selama ini masyarakat mengluh ke kami, dan bahkan postingan di media social itu viral terus kami sebagai anggota dewan merasa priharin dengan kondisi ini sehingga harus dilakukan perubahan,”katanya.

 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah jalur pengangkatan Stella Misiro, mengapresiasi BLUD RSUD Nabire telah melayani masyarakat dari 8 kabupaten bahakan dari Biak, Serui, Waropen juga ada yang datang berobat ke BLUD RSUD Nabire.

“Kami mengapresiasi karean sakala kabupaten dan Tipe C tapi mampu melayani masyarakat dari berbagai kabupaten bahkan dari provinsi tetangga yang datang berobat ke BLUD RSUD Nabire,” katanya.

Misiro mendukung upaya upaya yang dilakukan oleh direktur RSUD Nabire yang baru terutama melakukan audit manajemen dan manajemen keuangan agar apa yang menjadi halangan selama ini bisa teratasi dengan baik.

 

“Kami DPRPT dari 7 dapil lainnya dapat berpikir dan memberikan masukan masukan kepada pemerintah setempat untuk memberitahu kondisi ini agar bisa dibicarakan baik agar kita benahi rumah sakit nabire baik baik supaya tidak menjadi beban bagi rumah sakit di nabire,” katanya.

 

Ditempat sama Direktur BLUD RSUD Nabire Sukatemin mengatakan, kehadiran DPRPT ini sangat penting sebab apapun yang menjadi kendala serta spirasi BLUD RSUD Nabire agar dapat diperjuangkan ke tingkat Provinsi Papua Tengah.

 

“Dengan adanya kunjungan Komisi V ini saya berharap apa saja yang menjadi keluhan kami mendapatkan dukungan dari pemerintah. Dan apa yang sudah kami ajukan ke pemerintah provinsi DPRPT bisa dikawal supaya bisa terwujud,”katanya.

 

Sukatemin mengatakan, apa yang sudah disampaikan ke pemerintah provinsi bisa dikawal sehingga bisa terwujud. Sebab kalau setelah dari aspirasi yang disampaikan itu terkabulkan maka sebenarnya sudah mengangkat semua menjadi lebih baik.

 

“Cita cita saya membantu pemerintah provinsi membantu meningkatkan jumlah OAP itu supaya bisa terwujud karena penyelamatan utama adalah bayi baru lahir dengan dipenuhi kebutuhan kebutuhan kami supaya yang masuk  ke ruangan NICU, PICU itu bisa disiapkan agar bayi bayi yang mendapatkan perawatan itu bisa terselamatkan,”katanya.

 

Reporter : Hengky Yeimo

Editor : –