Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Konferensi Baptis Wilayah Wamena VIII  Ditutup,  Stevanus Yan Wenda: Gereja Harus Menembus...

Konferensi Baptis Wilayah Wamena VIII  Ditutup,  Stevanus Yan Wenda: Gereja Harus Menembus Sekat Suku dan Budaya untuk Melayani

43
0
Panitia Konferensi Wilayah Wamena VIII Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (PGBP) saat membawakan pujian bahasa Lani pada acara ibadah syukur dan penutupan konferensi yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Wamena periode baru di Gereja Baptis Duta Injil Potikelek, Wamena, Minggu (26/7/2026).
WAMENA,tiiruu.com – Konferensi Wilayah Wamena VIII Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (PGBP) resmi ditutup dengan ibadah syukur yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah Wamena periode baru di Gereja Baptis Duta Injil Potikelek, Wamena, Minggu (26/7/2026).
Konferensi yang berlangsung sejak 23 hingga 26 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 23 gereja anggota dari berbagai wilayah pelayanan di Papua Pegunungan. Penutupan berlangsung penuh sukacita dengan dihadiri para pendeta, pengurus gereja, serta ribuan jemaat.
Dalam khotbahnya, Ketua PGBP, Stevanus Yan Wenda, mengajak seluruh umat untuk meneladani kasih Kristus yang tidak membedakan latar belakang suku, budaya maupun status sosial seseorang.
Mengambil dasar firman Tuhan dari Yohanes pasal (4 : 1- 24) tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria, Stevanus menegaskan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan setiap orang tanpa memandang perbedaan.
“Yesus tidak terhalang oleh budaya, suku maupun perbedaan doktrin. Dia datang mencari dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang dipandang rendah oleh manusia. Kasih Kristus melampaui semua sekat,” ujarnya dalam khotbah.
Ia menjelaskan, perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria menjadi teladan bahwa gereja harus hadir bagi semua orang, terutama mereka yang mengalami penolakan dan keterasingan.
Menurutnya, pelayanan gereja tidak boleh dibatasi oleh perbedaan identitas, tetapi harus menjadi sarana menghadirkan kasih, pengharapan, dan pemulihan bagi masyarakat.
Stevanus juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik agar membangun komitmen pelayanan yang kuat serta mengutamakan takut akan Tuhan dalam menjalankan tugas.
“Hari ini Tuhan tidak mencari orang yang hebat karena jabatan, teknologi atau kemampuan semata. Tuhan mencari orang yang memiliki komitmen, takut akan Tuhan, dan setia melayani,” katanya.
Ia meyakini apabila seluruh warga gereja tetap berpegang pada iman kepada Kristus dan melayani dengan kesungguhan hati, maka Persatuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua akan menjadi alat Tuhan untuk membawa perubahan besar bagi Papua.
“Kalau kita percaya kepada Yesus Kristus dan tetap berkomitmen melayani-Nya, maka Tuhan akan memakai PGPP membawa perubahan bagi Papua, bahkan menjadi berkat bagi banyak orang,” tegasnya.
Menutup khotbahnya, Stevanus mengajak seluruh jemaat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat iman, dan mengambil bagian dalam pelayanan gereja demi masa depan Papua yang lebih damai, sejahtera, dan diberkati Tuhan.
Pelantikan Pengurus Wilayah Wamena menjadi penanda dimulainya masa pelayanan baru yang diharapkan mampu memperkuat persatuan gereja-gereja Baptis serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Perlu di ketuhui bahwa pengurus Wilayah Wamena yang baru di lantik di antaranya adalah Ketua Wilayah Pdt. Mus Wanimbo,S.Th, Wakil Ketua Pdt. Soniur Kogoya, S.Th, Sekretaris Pdt. Fencje Buol, S.Th, Wakil Sekretaris Pdt.Endius Kogoya, S. Th, Bendahara Pdt. Pondius Tabuni, S.Th dan sejumlah anggota lainnya.(*).