Beranda POLHUKAM Solidaritas Rakyat Indonesia Bersama Mahasiswa Papua Gelar Aksi 1 Desember, di...

Solidaritas Rakyat Indonesia Bersama Mahasiswa Papua Gelar Aksi 1 Desember, di Kedubes AS Jakarta

567
0

Dogiyai, tiiruu.com – Dalam rangka memperingati 1 Desember 1961 – 1 Desember 2024 sudah memasuki 63 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Bangsa West Papua. Pada kesempatan kali ini solidaritas Solidaritas Rakyat Indonesia & Mahasiswa memasung visi tolak Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Mobilisasi Militer, Bangun Persatuan Nasional yang Demokratis serta Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua.

Aksi serentak dilaksanakan pada hari Minggu pada tanggal 1 Desember 2024, titik aksi, Kedubes Amerika Serikat di Istana, Negara, Waktu, Jam 08:00 WIB – Selesai. Hal itu disampaikan oleh Aktivis Mahasiswa Jeno Dogomo kepada awak media, Sabtu (30/11/2024).

“Maka dalam memperingati momentum 63 tahun deklarasi kemerdekaan bangsa Papua ini kami mengajak & mengundang seluruh elemen gerakan rakyat Papua, solidaritas rakyat Indonesia & mahasiswa secara khusus yang ada di sekitaran area Jabodetabek untuk dapat terlibat dalam aksi Demonstrasi Damai,” katanya.

Pada kesempatan ini Dogomo mengajak, keterlibatan langsung & solidaritas kawan-kawan merupakan satu bentuk nyata kita bersama untuk memerdekakan Papua.

“Visi kami adalah bagaimana menghapuskan penindasan manusia terhadap manusia lainya,”katanya.

Dogomo menjelaskan bahwa seluruh elemen gerakan rakyat Papua, setelah 62 Tahun, wilayah Papua dianeksasi oleh negara kolonial Indonesia situasi rakyat Papua hari Ini semakin miris kerena korban kapitalisme global.

“Kami menilai dimana investasi asing & eksploitasi ilegal dilaksanakan di atas tanah Papua melalui tangan negara kolonial Indonesia semakin mengancam nasib hidup tanah & manusia Papua,”katanya.

Lanjut Dogomo, untuk memperlancar proses investasi pemerintah Indonesia melakukan Pengesahan Otsus Jilid II, pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB), Program Transmigrasi, Proyek Strategis Nasional, Pengembangan Tambang-Tambang Ilegal, Pembangunan Infrastruktur, Perluasan Lahan Kelapa Sawit, Pengiriman Pasukan & Operasi Militer, serta Pengesahan Berbagai Macam Regulasi dalam Waktu Berdekatan.

“Peristiwa peristiwa itu merupakan kerangka besar dikte kapitalisme monopoli imperialisme dalam target merebut seluruh sumber daya alam & mendapatkan tenaga murah demi memperkaya diri tanpa sedikitpun memikirkan nasib tanah & manusia yang sedang dijajah,”katanya.

Dogomo mengatakan, ekosida, etnosida & genosida merupakan konsekuensi logis dari adanya ekspansi besar kapitalisme yang menggunakan tangan kolonialisme indonesia beserta aparatur kekerasannya (TNI/POLRI).

“Kami perlu mengingatkan bahwa persatuan rakyat tertindas baik rakyat Papua, dan rakyat Indonesia tanpa memandang tas, suku, budaya, agama, dan etnis merupakan satu-satunya solusi untuk membebaskan rakyat dari segala bentuk penindasan. Membebaskan rakyat indonesia dari rantai kapitalisme serta memerdekakan Papua dari rantai kolonialisme, militerisme & imperialisme,”katanya.(*)