Dogiyai, tiiruu.com — Solidaritas Rakyat Papua (SRP) Kabupaten Dogiyai menyampaikan aspirasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) terkait rencana pelaksanaan kegiatan Hari Noken, yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2025.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh delegatus SRP, Yance Pekei, saat menemui pihak dinas, Kamis (27/11/2025).
Pekei menegaskan bahwa mereka tidak mendukung apabila kegiatan Hari Noken diselenggarakan di area terbuka seperti lapangan Kantor Bupati, namun mereka mendukung penuh jika kegiatan tersebut digelar di area tertutup, yang dinilai lebih aman dan kondusif.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Budpar Natan Naftali Tebai menyatakan bahwa mereka menghargai dan menerima masukan dari SRP sebagai bentuk perhatian generasi muda terhadap pelaksanaan program kebudayaan di Dogiyai.
“Pada prinsipnya kami menerima aspirasi dari SRP sebagai wujud kepedulian para pemuda untuk mendukung kinerja Dinas Budpar. Kegiatan tetap akan kami laksanakan pada 3–4 (Desember) dan akan dipusatkan di satu lokasi, yakni di lingkungan gereja atau sekolah, agar kebersamaan antar semua pihak tetap terjalin,” ujar Tebai.
Hari Noken sendiri merupakan momentum di mana para pengrajin dan pelaku budaya turut ambil bagian, termasuk penguat noken, pengrajin anggrek, pengelola pangan lokal, serta pelaku seni lainnya.
Tebai menambahkan bahwa agenda pembentukan Humoris se-Mepago akan dipindahkan ke tempat lain pada waktu yang lebih tepat, setelah adanya koordinasi lebih lanjut bersama para mitra terkait.
“Dengan adanya dialog ini, Dinas Budpar menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak guna menyukseskan kegiatan budaya dan menjaga keberlanjutan tradisi lokal di wilayah Dogiyai,” katanya.




































