Nabire, tiiruu.com — Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Meepago Okto Marco Pekei mengatakan, pihaknya akan menggelar sebuah diskusi publik yang menyoroti isu Tambang Rakyat, sebuah topik yang belakangan menjadi perhatian luas masyarakat Papua.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di Aula Gereja Katolik KSK Bukit Meriam, Nabire, Papua Tengah.
Pekei mengatakan, pihaknya mengusung tema seminar “Tambang Rakyat: Berkat atau Petaka?”, forum ini dirancang untuk menjadi ruang dialog terbuka yang menghadirkan 11 pembicara dari berbagai latar belakang.
“Para narasumber akan memberikan pandangan terkait manfaat ekonomi hingga dampak sosial-lingkungan dari aktivitas tambang rakyat yang kian berkembang di sejumlah wilayah adat, “katanya.
Pekei menyampaikan bahwa diskusi publik ini terbuka bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh mahasiswa, pengusaha asli Papua, tokoh perempuan, tokoh agama, aktivis HAM, hingga masyarakat umum dari tujuh wilayah adat.
“Partisipasi luas diharapkan dapat memperkaya diskusi dan membantu merumuskan sikap bersama terkait masa depan pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat adat, ” katanya.
“Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menilai dan berdiskusi secara kritis: apakah tambang rakyat membawa berkat atau justru mendatangkan petaka bagi tanah dan manusia Papua,” tulisnya.
Pekei berharap melalui diskusi inj dapat melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat adat, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola sumber daya secara bijak dan berkelanjutan.
“Kami Panitia menutup undangan dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk hadir dan terlibat aktif. “Shalom,” demikian pernyataan mereka,” katanya.
—




































