Beranda POLHUKAM Konflik Kapiraya Memanas: Intelektual Mesak Edowai Desak Pembentukan Pansus Tapal Batas

Konflik Kapiraya Memanas: Intelektual Mesak Edowai Desak Pembentukan Pansus Tapal Batas

366
0

Deiyai, tiiruu.com – Konflik berkepanjangan kembali pecah di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, hari ini. Ketegangan yang dipicu oleh sengketa tapal batas adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro kembali memakan korban luka-luka. Mesak Edowai, Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya sekaligus tokoh intelektual setempat, menyampaikan pernyataan mendesak agar pemerintah dan aparat terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan konflik ini secara permanen.

 

“Konflik ini diakibatkan oleh tapal batas adat yang kini tidak diakui oleh Suku Kamoro,” ujar Mesak Edowai dalam pernyataannya. Ia menjelaskan bahwa patok batas adat antara kedua suku sebenarnya sudah jelas sejak leluhur, ditandai dengan adanya pohon kelapa dan buah merah di wilayah umaya atau befak sagu. Kelapa menjadi simbol Suku Kamoro, sementara buah merah melambangkan Suku Mee.

 

Mesak Edowai juga menegaskan bahwa Suku Mee tidak pernah berniat mencaplok wilayah Suku Kamoro dan selalu mengakui hubungan persaudaraan dengan suku tersebut. Konflik ini diperparah dengan adanya aktivitas tambang emas di Wakia yang semakin memperuncing masalah tapal batas.

 

“Konflik berkepanjangan telah memakan korban. Satu orang kehilangan nyawa, rumah-rumah dibakar, dan hari ini ada lima orang lagi yang terluka di Kampung Mogodagi,” ungkapnya.

 

Menyikapi situasi yang semakin memprihatinkan ini, Mesak Edowai mendesak Majelis Rakyat Papua Provinsi Tengah (MRP PT) untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) yang melibatkan semua pihak terkait, guna mencari solusi dan menetapkan tapal batas adat kedua suku secara sah. Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak adil dan tidak memihak dalam menangani konflik ini.

 

“Kami meminta aparat kepolisian untuk menegakkan keadilan di antara kedua suku. Kedua suku adalah warga yang harus diayomi,” tegasnya.

 

Selain itu, ia juga menghimbau Pemerintah Distrik Kapiraya dan Mimibarat Tengah untuk segera melaporkan kondisi terkini kepada bupati agar segera diambil langkah-langkah penyelesaian yang tepat demi terciptanya perdamaian di Kapiraya.