Oleh : Philemon Keiya
Membenahi dan bangun Infrastruktur Dasar
Infrastruktur Dasar harus bisa menjadi pijakan utama dalam membangun sebuah daerah. Tentang hal ini disadari betul oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome. Sehingga, sejumlah infrastruktur dasar sudah dimulai sejak dilantik. Selama tahun 2025, wajah Kota Waghete sudah mulai berubah perlahan. Seluruh jalan di seputaran kota Waghete di Aspal dan jalan berubah menjadi mulus. Waghete yang biasanya banyak sampah, kini sudah mulai bersih. Area Perkantoran Deiyai mulai berubah dimana yang dulunya tak terurus kini sudah mulai kelihatan indah. Jalanan utama dua jalur Pertigaan Tigidoo ke Waghete sudah dibangun. Sepanjang jalanan di seluruh kota Waghete dihiasi dengan lampu, walaupun pada akhirnya dihabisi oleh pencuri.
Ada sejumlah titik jalan yang gencar dibangun. Salah satunya Adalah jalan utama Kokobaya menuju Kampung Idegoo yang nantinya akan dilanjutkan ke Distrik Kapiraya. Selain itu, Pembangunan jalan baru di Distrik Bouwobado. Dan, juga jalanan menuju kampung Maatadi, Debei, Distrik Tigi Barat.
“Tahun ini (2026), dari anggaran yang ada, kita akan coba bangun. Salah satunya Adalah Asrama SMPTK Troutman Baida di Gakokebo. Selain itu, bersama Provinsi kita akan bangun jalan beruapa pengaspalan dari Kampung Gakokebo menuju Debei hingga di Kampung Puweta, Kabupaten Dogiyai,” Janji Bupati Melkias
Untuk membangun infrastruktu dasar seperti jalan, jembatan, dan bangunan, Melkianus Mote – Ayub Pigome meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten Deiyai harus diterima dan dijaga serta dirawat dengan baik.
“Kami juga minta, jangan palang-palang semua bentuk bangunan yang kami akan bangun di setiap kampung. Jika ada kampung yang dipalang, kami tidak akan bangun kampung tersebut,” tegas Bupati Mote dalam berbagai kesempatan
Salah satunya Adalah memastikan setiap rumah harus masuk Listrik. Rabu (18/02) Bupati Deiyai datangi ke PLN Waghete dalam rangka menambah satu mesin besar dan penambahan Lokasi untuk PLN. Bupati Mote juga akan dorong listrik tenaga surya.
Pasukan Hijau
Salah satu gebrakan baru oleh Melkianus Mote dan Ayub Pigome Adalah melahirkan ‘Pasukan Hijau’ untuk Deiyai. Pasukan Hijau ini dibentuk dalam rangka menjadikan Deiyai terutama kota Waghete menjadi indah dan asri. Kehadiran mereka ini memberikan dampak yang baik. Kota Waghete sampah mulai berkurang.
Tantangan
Walaupun baru memimpin satu tahun, Melkianus Mote dan Ayub Pigome sudah serius dan berkomitmen membangun Deiyai. Berbagai pencapaian dalam membangun Deiyai selama satu tahun sudah Nampak dan dirasakan oleh warga Deiyai. Namun, tentunya tidak luput dari berbagai halangan dan tantangan di lapangan.
Penyakit Sosial
Salah Satu hal serius yang merongrong kehidupan kita penyakit sosial yang masih tinggi di kota Waghete. Salah satunya Adalah konsumsi minuman keras (Miras). Miras membawa berbagai hal negative. Salah satunya membunuh secara perlahan masa depan pemuda kabupaten Deiyai. Selain itu, akibat Miras membuat para pemuda sering memalang di jalan.
Pencurian
Aksi pencurian masih marak di Waghete. Sudah berulang kali terjadi pencurian pada sejumlah tempat, Baik Fasilitas umum seperti sekolah dan kantor maupun di rumah-rumah pribadi. Tidak hanya di situ, Pembangunan infrastruktur dasar seperti lampu yang dipasang oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome sepanjang jalanan juga dibongkar dan dicuri habis.
Pemalangan Jalan
Salah satu hal yang menjadi penghalang Adalah pemalangan jalan yang sering dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mereka sering kali memalang orang maupun Pembangunan yang dibawah ke kampung-kampung.
Penutup
Hari ini, Jumat 20 Februari 2026 genap satu tahun masa kepemimpinan Melkianus Mote dan Ayub Pigome. Mote- Pigome berkomitmen membangun Deiyai dengan semangat Enaimoo Ekowai, yang berarti gotong royong atau membangun bersama sebagai fondasi kemajuan Kabupaten Deiyai.
Pada berbagai kesempatan, Bupati Melkianus Mote selalu menekankan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mote juga selalu mengajak semua pihak yang sebelumnya menjadi lawan politik dalam Pilkada, untuk bersatu membangun Deiyai.
Penulis Adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Dinas Buadaya dan Pariwisata (Budpar) Deiyai
Selesai….







































