Oleh; Pilemon Keiya
Waghete, tiiruu.com — Hari ini, Jumat 20 Februari 2026 genap satu tahun Melkianus Mote dan Ayub Pigome memimpin masyarakat kabupaten Deiyai. Tepat satu tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto melantik gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota seluruh Indonesia masa jabatan tahun 2025-2030 secara serentak di Istana Kepresidenan Jakarta
Usai dilantik, Melkianus Mote bersama wakilnya Ayub Pigome tiba di Waghete, Deiyai pada 03 Maret 2025 dan langsung menyampaikan pidato perdana sebagai awal kepemimpinan di hadapan ribuan masyarakat di Aula DPRK Deiyai
Mulai awal kepemipinan, Melkianus Mote – Ayub Pigome segera mengambil kebijakan-kebijakan startegis untuk bangun Deiyai dengan motto Enaimoo Ekowai untuk Deiyai (Membangun Deiyai secara bersama/gotong royong).
Selama kepemimpinan Melkianus Mote – Ayub Pigome sudah membawa banyak perubahan nyata untuk masyarakat Deiyai. Mulai dari penertiban dan peningkatan disiplin melalui absensi harian bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di dalam pemerintahan, mewujudkan tiga program prioritas: Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi kerakyatan, Pembangunan Infrastruktur dasar, Pembangunan belasan kantor baru, pembagian dan penyaluran berbagai bantuan berbasis Daba (Miskin), Miyaa (Janda/Duda), dan Dobiyo (Yatim Piatu) secara terbuka, bantuan keagamaan kepada seluruh Gereja dan sejumlah program yang pro masyarakat.
Selama satu tahun, Melkianus Mote – Ayub Pigome benar-benar menetap di Deiyai dalam rangka mewujudkan visi-misi “Terwujudnya Kabupaten Deiyai yang Maju, Sejahtera, Berkeadilan, Berbudaya, dan Berdaya Saing” dimana telah dijabarkan melalui delapan misi:
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pembangunan Infrastruktur Dasar yang berkualitas
Peningkatan struktur ekonomi yang produktif, inovatif, mandiri dan berdaya saing
Menghadirkan pemerintahan yang setara tanpa diskriminasi
Memajukan budaya sebagai cerminan jati diri masyarakat
Pengelolaan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, tidak korupsi, transparan, responsif dan melayani
Menekan angka kemiskinan di kabupaten Deiyai
Sinergi pemerintah daerah dengan berbagai stakeholder, termasuk dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat
Dari delapan misi di atas, Melkianus Mote – Ayub Pigome menetapkan tiga program paling prioritas, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.
Sejumlah Kebijakan: Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai
Peningkatan dan Penertiban Disiplin ASN
“Mulai hari ini saya mengajak kita semua untuk masuk kantor mulai jam 8 dan pulang jam 15.00, dengan wajib absen 2 kali pagi dan siang. Melaksanakan Apel hari Senin pagi dan hari Jumat siang, tiap bulan tanggal 17 melaksanakan apel Korpri dengan mengenakan pakaian Korpri,” kata Bupati Mote kala itu
Sejak awal, Melkianus Mote – Ayub Pigome langsung mengambil langkah tepat dan bijak. Mereka menertibkan seluruh ASN Deiyai. Disipilin ditegakkan. Absensi harian dijalankan mulai dari staf, para pejabat Eselon II hingga Bupati dan Wakil Bupati juga punya absen harian.
Diterapkannya Disiplin dengan tujuan yang baik, yakni ASN Deiyai dapat mewujudkan birokrasi yang profesional, meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik, mendorong ASN untuk memiliki integritas dan akuntabilitas, menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Dengan demikian, membangun Deiyai dari setiap bidang dengan profesional dan disiplin
Kebijakan ini berhasil. Seluruh kantor sudah aktif setiap hari. Perkantoran sudah bersih. Setiap hari Senin diwajibkan untuk melakukan apel bersama. Pada hari Senin, setiap ASN diwajibkan ASN dua kali, dimana Absen pada saat Apel Gabungan dan Absensi harian pada masing-masing OPD.
Melkianus Mote – Ayub Pigome membangun 11 kantor baru untuk seluruh OPD yang selama ini beberapa dinas gabung pada kantor. Kantor-kantor yang sedang dibangun ini, akan terbangun semua pada bulan Maret – April mendatang.
Demi menertibkan ASN untuk menetap di Deiyai, Melkianus Mote – Ayub Pigome juga mengeluarkan sebuah kebijakan baru. Seluruh ASN diwajibkan untuk miliki buku TABUNGANKU. Dimana, buku ini hanya bisa diakses hanya melalui Bank Papua Cabang Waghete.
Bupati Melkianus Mote juga hampir sering lakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada setiap kantor untuk memastikan kehadiran dari para pegawai. Sehingga, peningkatan kualitas pelayanan publik sudah dirasakan
Terapkan e-kinerja pada Pemerintahan
Salah satu gebrakan baru sekaligus mengikuti aturan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Adalah menerapkan e-kinerja menggunakan Sistim Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) pada pemerintahan di Deiyai. Maka itu, awal tahun 2026 Melkianus Mote – Ayub Pigome meminta kepada seluruh ASN yang sudah diberikan Nota Tugas baik itu Eselon IV, III maupun Eselon II harus mengisi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) setiap orang
Mote menambahkan, ASN yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh sistem e-kinerja, pelantikannya akan ditunda hingga memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Mohon maaf bagi ASN yang oleh sistem ditolak, yang pastinya kita akan tunda. Karena itu kesalahan sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, untuk jabatan eselon II, Bupati Mote memastikan akan menerapkan mekanisme yang sama. Setiap pejabat yang saat ini menjabat sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terlebih dahulu diusulkan ke BKN melalui sistem e-kinerja untuk dilakukan penilaian, baik dari aspek pangkat maupun golongan. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Deiyai menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proses pengisian jabatan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Hal ini merupakan transformasi pada seluruh ASN di Deiyai dalam menyesuaikan dengan e-kinerja yang sudah mulai terapkan pada seluruh wilayah Indonesia. Agar, ke depan bisa disesuaikan dengan aturan yang diberlakukan BKN tersebut.
Penulis Adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Dinas Buadaya dan Pariwisata (Budpar) Deiyai
Bersambung di Bagian II Dengan Judul Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai









































