Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Pemprov Papua Pegunungan Beri Dukungan Penuh, 14 Grup Seniman Reggae Apresiasi Gubernur...

Pemprov Papua Pegunungan Beri Dukungan Penuh, 14 Grup Seniman Reggae Apresiasi Gubernur Jhon Tabo

200
0

WAMENA,tiiruu.com –  Sekretaris Tim 14 Grup Reggae Papua Pegunungan, Semuel Pigai, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, khususnya Gubernur John Tabo, atas dukungan dan inisiatif memfasilitasi para seniman dari delapan kabupaten untuk mengikuti Papua Reggae Festival XI di Nabire, Papua Tengah.

Menurut Semuel, dukungan pemerintah provinsi menjadi langkah penting dalam memberikan ruang bagi musisi lokal untuk mengembangkan kreativitas, memperkenalkan lagu-lagu daerah, serta menjaga kelestarian bahasa ibu sebagai bagian dari identitas masyarakat Papua Pegunungan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dalam hal ini Bapak Gubernur, yang telah mengambil inisiatif dan langkah cepat untuk memikirkan bagaimana seluruh seniman dapat mengikuti Papua Reggae Festival XI di Nabire,” ujar Semuel mewakili 14 grup band Papua Pegunungan di Jayapura, Kamis, (15/10/2026).

Ia mengatakan, keikutsertaan 14 grup reggae yang berasal dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan bukan sekadar kesempatan tampil di panggung festival. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang bagi seniman lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Semuel menilai musik reggae dapat menjadi salah satu media untuk melestarikan bahasa daerah, mengangkat karya anak-anak Papua Pegunungan, serta memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah provinsi terhadap para seniman tidak berhenti pada keikutsertaan dalam festival tahun ini, tetapi dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.

“Kami berharap apa yang dilakukan Bapak Gubernur ini bukan hanya hari ini, tetapi terus berlanjut setiap tahun. Kami para seniman membutuhkan ruang dan kesempatan untuk mengekspresikan karya-karya kami melalui alunan musik,” katanya.

Delapan Bupati Diminta Beri Dukungan

Selain mengapresiasi pemerintah provinsi, Semuel secara khusus meminta delapan pemerintah kabupaten di Papua Pegunungan agar memberikan perhatian yang sama kepada para seniman di wilayah masing-masing.

Ia menyebut Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo, Yahukimo, serta kabupaten lainnya di Papua Pegunungan memiliki seniman dan grup musik yang perlu mendapat kesempatan untuk berkembang.

Menurutnya, dukungan pemerintah kabupaten sangat penting agar generasi muda di daerah memiliki motivasi untuk berkarya dan mengikuti jejak para musisi yang kini memperoleh kesempatan tampil di tingkat regional Papua.

“Saya tegaskan kepada para bupati, wakil bupati, dan sekretaris daerah agar memberikan ruang yang besar kepada para seniman di kabupaten masing-masing. Jangan hanya melihat, menonton, atau mendengar, tetapi berikan kesempatan seluas-luasnya seperti yang dilakukan oleh Bapak Gubernur,” tegasnya.

Ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada grup musik reggae, tetapi juga kepada pelaku seni lainnya, seperti pelukis, penari, dan seniman tradisional yang memiliki potensi untuk mengembangkan kebudayaan daerah.

Semuel menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dapat menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus mendorong mereka berkontribusi bagi daerah melalui karya kreatif.

Enis Kogoya: Lagu Daerah Adalah Identitas dan Jati Diri

Sementara itu, Koordinator Tim 14 Grup Reggae Papua Pegunungan, Enis Kogoya, turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah kabupaten yang telah memberikan dukungan, termasuk bantuan pembiayaan bagi para seniman yang mengikuti Papua Reggae Festival XI.

Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan seni dan budaya lokal. Namun, ia juga berharap kabupaten yang belum memberikan dukungan secara maksimal dapat meningkatkan kepedulian terhadap para seniman pada masa mendatang.

“Terima kasih kepada beberapa kabupaten yang telah memberikan dukungan, baik berupa suport maupun bantuan dana kepada teman-teman yang mengikuti Papua Reggae Festival tahun ini. Kami memberikan apresiasi atas perhatian tersebut,” kata Enis.

Ia berharap seluruh pemerintah kabupaten memiliki komitmen yang sama dalam memberikan kesempatan kepada musisi lokal untuk berkarya, tampil, dan memperkenalkan lagu-lagu daerah.

Menurut Enis, perjuangan para musisi melalui musik daerah bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan identitas dan jati diri masyarakat Papua Pegunungan.

“Ini bukan hal main-main. Kita sedang mempertahankan identitas, harga diri, dan jati diri kita melalui bahasa-bahasa yang Tuhan titipkan di seluruh pelosok tanah Papua Pegunungan, yaitu melalui lagu-lagu daerah,” ujarnya.

Enis menegaskan, bahasa ibu yang dituangkan dalam lagu daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, dukungan pemerintah sangat diperlukan agar para seniman dapat terus menciptakan karya sekaligus mewariskan bahasa dan kebudayaan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap keikutsertaan 14 grup reggae Papua Pegunungan dalam festival tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap seni lokal, sekaligus mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten membangun ekosistem seni yang berkelanjutan di wilayah Papua Pegunungan.(*).