DEIYAI, Tiiruu.com— Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya, Mesak, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, S.T., atas dukungan terhadap pembangunan jalan Deiyai–Kapiraya yang kini telah memasuki wilayah Distrik Kapiraya, tepatnya di kawasan Ogobega–Magabega.
Pernyataan tersebut disampaikan Mesak dalam acara Hari Doa Sedunia, syukuran, serta doa perdamaian yang berlangsung pada 15 Oktober 2026 di Kampung Epeiyako, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai.
Dalam sambutannya, Mesak mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian. Ia mengingatkan warga agar tidak saling menyerang atau terlibat pertikaian hanya karena persoalan sepele, baik menyangkut masalah keluarga, kelompok, maupun persoalan lainnya.
Menurutnya, setiap permasalahan hendaknya diselesaikan secara baik-baik melalui dialog dan musyawarah. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menghalangi atau menutup badan jalan karena jalan merupakan fasilitas umum yang sangat penting bagi kepentingan bersama.
Jalan Darat Menjadi Harapan Masyarakat Kapiraya
Mesak juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat Kampung Mogodagi dan Kampung Yamouwitin yang kini memasuki tahun kedua menghadapi dampak konflik batas wilayah adat di Kapiraya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat kedua kampung tersebut sangat berharap dapat kembali ke kampung halaman untuk merayakan Natal bersama keluarga. Namun, menurut Mesak, akses transportasi melalui udara maupun laut mengalami hambatan akibat pemblokiran oleh pihak Suku Kamoro.
Karena itu, pembangunan jalan darat Deiyai–Kapiraya menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk membuka akses transportasi menuju wilayah Kapiraya.
Mesak berharap dukungan pemerintah terhadap pembangunan jalan tersebut terus berlanjut sehingga masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan memadai.
Apresiasi kepada Pemilik Hak Ulayat
Pada kesempatan yang sama, Mesak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat pemilik hak ulayat yang telah bersedia melepaskan tanah adat untuk pembukaan dan pelebaran jalan.
Ia menilai dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengorbanan yang sangat berarti bagi masyarakat Kapiraya, masyarakat Suku Mee pada umumnya, serta pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah.
Mesak berharap seluruh masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan dan mendukung pembangunan jalan Deiyai–Kapiraya demi kepentingan bersama.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mengutamakan perdamaian, menghormati hak-hak masyarakat adat, serta menjaga fasilitas umum agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Melalui momentum Hari Doa Sedunia, syukuran, dan doa perdamaian tersebut, Mesak berharap tercipta kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis, sehingga pembangunan dapat membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kapiraya dan Kabupaten Deiyai











































