Waghete.Tiiruu. Com— Keterbukaan seorang pemimpin dalam menerima aspirasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik. Hal tersebut terlihat dari pola komunikasi Bupati Deiyai Provinsi Papua tengah, yang tidak hanya berlangsung melalui pertemuan resmi di kantor pemerintahan, tetapi juga melalui ruang komunikasi digital.
Bupati Deiyai menyediakan waktu khusus bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan berdialog secara langsung di ruang kerjanya setiap hari Kamis dan Jumat. Namun, komunikasi dengan masyarakat tidak terbatas pada jadwal tersebut. Warga juga dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun keluhan melalui Grup WhatsApp Warkop Deiyai yang beranggotakan 1.017 orang.
Grup tersebut menjadi salah satu ruang komunikasi publik yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pihak, termasuk kepala daerah. Melalui percakapan di grup, warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dan memperoleh tanggapan langsung dari Bupati Deiyai.
Pola komunikasi yang terbuka dan tidak kaku itu mendapat apresiasi dari sejumlah anggota grup. Salah seorang warga dengan nama akun Eddy Edo menyampaikan pandangannya mengenai kemudahan berkomunikasi dengan kepala daerah melalui WhatsApp.
“Orang Deiyai semestinya bangga dengan Bupati Deiyai yang bisa langsung komunikasi di WhatsApp,” tulis Eddy Edo dalam grup tersebut.
Pernyataan itu mencerminkan apresiasi terhadap keterbukaan kepala daerah dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat. Kehadiran Bupati di ruang digital memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus selalu bertemu secara langsung di kantor pemerintahan.
Salah satu persoalan yang menjadi pembahasan dalam Grup WhatsApp Warkop Deiyai adalah informasi mengenai dana Tugas Akhir (TA) bagi mahasiswa.
Dalam percakapan tersebut, seorang anggota grup dengan nama akun moteteopilis9 menanyakan informasi terkait dana TA mahasiswa. Bupati kemudian memberikan tanggapan bahwa pengumuman mengenai hal tersebut akan disampaikan pada bulan ini.
Anggota grup tersebut selanjutnya menanyakan kepastian waktu pengumuman. Bupati merespons menggunakan bahasa daerah, “Beee, minggu ini katiga kouko yii,” yang menurut penjelasan dalam percakapan tersebut berarti, “Saya sudah sampaikan, informasinya minggu ini.”
Percakapan tersebut menunjukkan bahwa ruang komunikasi digital dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menanyakan berbagai informasi yang berkaitan dengan kebutuhan mereka, termasuk persoalan pendidikan dan dukungan bagi mahasiswa.
Keterbukaan dalam berkomunikasi merupakan langkah positif untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Meski demikian, komunikasi yang baik perlu diikuti dengan penyampaian informasi yang jelas dan tindak lanjut yang sesuai agar aspirasi warga mendapatkan kepastian.
Melalui komunikasi langsung maupun media digital, hubungan antara Pemerintah Kabupaten Deiyai dan masyarakat diharapkan semakin erat. Ruang dialog yang terbuka diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong pelayanan pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Keterbukaan bukan hanya tentang kesediaan menerima pertanyaan, melainkan juga tentang komitmen memberikan kejelasan informasi dan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan masyarakat.











































