Beranda ADVERTORIAL KONI Lanny Jaya Bantu Bola dan Kostum, Dorong Pemuda Berkegiatan Positif Lewat...

KONI Lanny Jaya Bantu Bola dan Kostum, Dorong Pemuda Berkegiatan Positif Lewat Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026

215
0
Pemmyerahan Bantuan Bola dan Kostum oleh  Ketua Harian KONI Lanny Jaya Alfredi Yoman, didampingi Sekretaris Pendius Wenda dan Ketua KPA Lanny Jaya Nuken Kogoya bersama pengurus lainya, di Yomaima, Wamena, Kamis, (08/10/2026).

WAMENA,tiiruu.com  – Di tengah situasi sosial yang masih menjadi perhatian di Wamena, lapangan sepak bola justru dipilih pemuda sebagai ruang untuk berkumpul, berkompetisi sekaligus membangun persaudaraan.

Semangat itu terlihat dalam persiapan Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026 yang akan digelar di Lapangan Sepak Bola Yomaima, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Sebanyak 48 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 16 tim putri, akan ambil bagian dalam turnamen yang mempertemukan pemuda lintas denominasi gereja Protestan dan Katolik tersebut.

Menjelang pembukaan turnamen, dukungan datang dari KONI Kabupaten Lanny Jaya. Usai pelaksanaan technical meeting, Kamis (8/10/2026), KONI Lanny Jaya menyerahkan bantuan perlengkapan olahraga kepada panitia.

Bantuan itu diserahkan oleh  Ketua Harian KONI Lanny Jaya Alfredi Yoman, didampingi Sekretaris Pendius Wenda dan Ketua KPA Lanny Jaya Nuken Kogoya bersama pengurus lainya,

Bukan sekadar perlengkapan olahraga, bantuan tersebut menjadi pesan bahwa kegiatan pemuda yang positif perlu mendapat ruang dan dukungan.

KONI Lanny Jaya menyerahkan dua pasang pakaian olahraga putra dan putri, enam buah bola kaki serta bendera Kabupaten Lanny Jaya.

Alfredi mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk perhatian Bupati Lanny Jaya bersama KONI terhadap inisiatif pemuda yang memilih olahraga sebagai wadah untuk mengembangkan diri.

“Bupati dan KONI Lanny Jaya mendukung kegiatan yang dibuat pemuda karena ini merupakan kegiatan positif,” ujar Alfredi.

Ketika Lapangan Menjadi Ruang Pembinaan Pemuda

Bagi Alfredi, sepak bola bukan semata-mata soal menang atau kalah. Lebih dari itu, lapangan dapat menjadi tempat menghimpun anak muda, membangun kebersamaan dan mengarahkan energi mereka ke kegiatan yang lebih konstruktif.

Ia berharap kegiatan seperti Pemuda Baptis Cup tidak berhenti sebagai sebuah turnamen, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda.

Menurutnya, para senior, pemerintah, organisasi kepemudaan maupun berbagai pihak lainnya perlu hadir memberikan pendampingan.

Alfredi menyinggung situasi Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan yang masih menghadapi persoalan sosial dan keamanan.

“Kita tahu sendiri Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan masih menghadapi situasi keamanan yang kurang kondusif. Banyak anak muda terlihat terlibat dalam hal-hal negatif dan angka kriminalitas juga meningkat. Semoga dengan kegiatan seperti ini pemuda bisa dihimpun dan diarahkan dalam kegiatan positif,” katanya.

Karena itu, ia menilai kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk membuka ruang perjumpaan yang sehat bagi anak muda.

Di lapangan, mereka belajar berkompetisi. Di luar lapangan, mereka belajar menghargai lawan, membangun komunikasi dan menjaga persaudaraan.

Dukungan Tak Cukup Sekali

Alfredi menegaskan, perhatian terhadap kegiatan pemuda tidak cukup diberikan hanya ketika sebuah kegiatan akan berlangsung.

Menurutnya, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah, organisasi kepemudaan dan berbagai pihak agar kegiatan positif yang digagas anak muda dapat terus tumbuh.

KONI Lanny Jaya, kata dia, berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan yang tersedia.

“Dalam waktu dekat kami upayakan. Apa yang ada kami antar, semoga membantu pemuda dalam menyukseskan kegiatan Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemuda yang mengambil inisiatif menghimpun diri melalui olahraga.

“Upaya dan inisiatif ini kami apresiasi. Pemuda harus dihimpun dalam kegiatan positif, apalagi di tengah maraknya pemuda yang terlibat dalam hal-hal negatif,” katanya.

Pesannya sederhana, tetapi menjadi penting bagi seluruh peserta turnamen.

“Jaga kebersamaan. Ini kegiatan mulia yang dilakukan oleh para pemuda,” pesannya.

Panitia: Dukungan Ini Menambah Semangat

Bagi panitia Pemuda Baptis Cup 2026, dukungan tersebut menjadi tambahan energi untuk memastikan turnamen berjalan sesuai rencana.

Mewakili pengurus dan panitia, Ketua Pemuada Baptis West Papua Akia Wenda menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lanny Jaya dan KONI Lanny Jaya.

Menurut Akia, KONI Lanny Jaya menjadi salah satu pihak pertama yang datang secara langsung memberikan dukungan kepada pemuda.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lanny Jaya dan KONI Lanny Jaya yang aktif mendukung pemuda dalam menyukseskan kegiatan ini. KONI Lanny Jaya menjadi yang pertama datang memberikan dukungan. Apapun yang ada, kami jalan untuk suksesnya kegiatan ini,” ujar Akia.

Dukungan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari semangat panitia untuk tetap menjalankan turnamen meski dengan berbagai keterbatasan.

48 Tim, Satu Lapangan, Satu Semangat

Turnamen Pemuda Baptis Cup 2026 dijadwalkan resmi dibuka pada Jumat, 9 Oktober 2026, dan berlangsung selama satu bulan di Lapangan Sepak Bola Yomaima.

Sebanyak 48 tim akan bertanding. Tiga puluh dua tim putra dan 16 tim putri akan membawa semangat masing-masing ke lapangan.

Namun, turnamen ini tidak hanya berbicara tentang trofi.

Di balik pertandingan, ada harapan agar sepak bola menjadi jembatan yang mempertemukan pemuda lintas gereja, lintas kelompok dan latar belakang.

Ada pula harapan agar lapangan olahraga menjadi tempat anak muda menyalurkan energi, membangun disiplin dan belajar menerima kemenangan maupun kekalahan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda Papua Pegunungan, sebuah pertandingan sepak bola mungkin terlihat sederhana.

Tetapi dari lapangan seperti Yomaima, kebersamaan bisa tumbuh. Persaudaraan bisa dibangun. Dan yang paling penting, anak muda memiliki ruang untuk memilih: berkumpul dalam kegiatan positif, daripada terjerumus dalam aktivitas yang merugikan masa depan mereka.

Pemuda Baptis Cup 2026 pun diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang di atas lapangan, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan sportivitas pemuda lintas gereja di Papua Pegunungan. (*).