Beranda POLHUKAM Dosen HI Uncen: Papua Bagian dari Rantai Pasokan Energi dan Pangan Dunia,...

Dosen HI Uncen: Papua Bagian dari Rantai Pasokan Energi dan Pangan Dunia, Operasi Pasar Perlu Dilakukan Jelang Lebaran

210
0

Nabire  tiiruu.com – Dosen Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung, menilai Papua memiliki posisi strategis dalam rantai pasokan (supply chain) energi dan pangan dunia. Karena itu, dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi daerah, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok.

Menurut Marinus, konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah maupun Asia Barat berpotensi mempengaruhi sentimen pasar keuangan global serta harga minyak dunia. Dampak lanjutan dari kondisi tersebut dapat dirasakan hingga ke Papua melalui kenaikan harga barang-barang kebutuhan masyarakat.

“Kalau dilihat dari perspektif hubungan internasional, Papua itu bagian dari rantai pasokan energi dan pangan dunia. Sehingga ketika satu mata rantai mengalami gangguan, misalnya karena konflik geopolitik di Asia Barat atau Timur Tengah, maka sentimen pasar keuangan global dan harga minyak dunia juga akan ikut terkoreksi,” ujar Marinus.

Yaung menjelaskan bahwa perubahan harga energi global biasanya berdampak pada biaya distribusi barang, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Papua. Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi memicu inflasi daerah jika tidak diantisipasi secara cepat oleh pemerintah.

Yaung menambahkan bahwa menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar.

“Di Papua bisa timbul inflasi di mana harga bensin dan harga sembako meningkat secara drastis. Karena itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota harus segera melakukan operasi pasar menjelang Lebaran,” katanya.

Yaung menegaskan bahwa operasi pasar menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok serta mencegah kelangkaan di tingkat masyarakat.

“Selain itu, kebijakan tersebut juga dinilai efektif untuk menekan potensi lonjakan harga yang sering terjadi menjelang hari besar keagamaan,”katanya.

Yaung juga mengingatkan bahwa stabilitas pasokan dan harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di daerah yang sangat bergantung pada distribusi logistik dari luar wilayah.

 

“Saya berharap pemerintah daerah di Papua dapat segera mengambil langkah antisipatif melalui operasi pasar dan pengawasan distribusi barang agar tidak terjadi kelangkaan sembako maupun bahan bakar yang dapat memicu inflasi di daerah,”katanya. (*)