WAMENA,tiiruu.com- Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparparekraf) berupaya mendukung keberangkatan para musisi daerah untuk tampil dalam ajang Papua Reggae Festival (PRF) ke – XI yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 di Nabire.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparparekraf Provinsi Papua Pegunungan, Hulu Bahabol, mengatakan pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar untuk mendukung kegiatan tersebut. Namun, realisasi dukungan anggaran masih menunggu kepastian karena proses pembahasan APBD belum tuntas.
“Yang pertama, kami berharap adik-adik yang akan berangkat ini bisa mendapat dukungan. Anggarannya sudah kami siapkan, tetapi karena APBD kita belum selesai, kami belum bisa memastikan. Saat ini kami masih berupaya melakukan lobi agar mereka bisa berangkat,” ujar Hulu Bahabol di Wamena, Selasa, (13/10/2026).
Menurutnya, keikutsertaan para musisi dalam kegiatan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk tampil di panggung, melainkan juga bagian dari upaya melestarikan kebudayaan Papua Pegunungan, khususnya melalui musik dan lagu-lagu daerah.
Ia menilai musik merupakan salah satu media penting untuk memperkenalkan bahasa, identitas, serta kekayaan budaya masyarakat Papua Pegunungan kepada khalayak yang lebih luas.
“Harapan kami, kehadiran adik-adik ini sebenarnya untuk melestarikan budaya kita. Mereka juga menunjukkan identitas daerah melalui bahasa yang digunakan dalam lagu-lagu mereka,” katanya.
Hulu menjelaskan, pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal atau penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat dilakukan melalui karya seni, termasuk musik yang mengangkat bahasa dan cerita kehidupan masyarakat setempat.
Karena itu, ia berharap para musisi muda Papua Pegunungan terus mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya yang berakar pada budaya lokal.
Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur Papua Pegunungan terhadap pengembangan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda yang bergerak di bidang seni dan musik.
Menurut Hulu, dukungan pemerintah terhadap para pelaku seni penting agar mereka tidak hanya menjadi penonton atau sebatas memberikan kritik, tetapi turut mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui karya dan kreativitas.
“Kami sangat bersyukur karena Bapak Gubernur memiliki antusiasme yang besar dalam meningkatkan kreativitas masyarakat Papua Pegunungan. Kami berharap anak-anak muda kita bisa terlibat langsung dalam pembangunan, termasuk melalui musik,” ungkapnya.
Ia berharap, ke depan, pengembangan seni dan musik daerah mendapat perhatian berkelanjutan sehingga para musisi memiliki ruang untuk berkarya, memperkenalkan identitas budaya, serta menjaga warisan bahasa daerah bagi generasi berikutnya.(*).











































