Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Universitas Lambu Resmi Disahkan, Jadi Harapan Baru Pendidikan di Nduga

Universitas Lambu Resmi Disahkan, Jadi Harapan Baru Pendidikan di Nduga

582
0

NDUGA, tiiruu.com – Universitas Lambu (UL) resmi disahkan sebagai salah satu perguruan tinggi yang berdiri di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Kehadiran universitas ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Ndugama yang selama ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

 

Universitas Lambu berada di bawah naungan Yayasan Rigak Nduga Harua Marengge. Pendirian perguruan tinggi ini telah memperoleh legalitas resmi dari pemerintah melalui dua surat keputusan, yakni Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 352/3/O/2023 serta Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-0001070.AH.01.05 Tahun 2020.

 

Saat ini Universitas Lambu dipimpin oleh Rektor Yosia Gwijangge, S.E., M.M. Dalam pengembangan universitas tersebut juga terlibat sejumlah akademisi putra terbaik Papua sebagai tenaga dosen, di antaranya Repinus Gwijangge, S.Th., M.Pd.K, Otomi Gwijangge, S.Hut., M.Si, serta Wentius Nemiangge, S.Ak., S.Pd., M.M. yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Rigak Nduga Harua Marengge.

 

Ketua Yayasan Rigak Nduga Harua Marengge, Wentius Nemiangge, mengatakan bahwa kehadiran Universitas Lambu merupakan bagian dari perjuangan panjang masyarakat Nduga untuk memajukan pendidikan di daerah tersebut.

 

“Proses yang kami lalui untuk memperoleh persetujuan serta dua surat keputusan dari pemerintah pusat tidaklah mudah. Karena itu, kami mengundang Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, dan secara pribadi saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan beliau terhadap pendirian universitas ini,” ujarnya.

 

Menurut Wentius, pendidikan merupakan kunci utama untuk membangun masa depan masyarakat Nduga yang lebih baik.

 

Ia menegaskan bahwa pendidikan diyakini mampu membangkitkan masyarakat Nduga dari berbagai keterbatasan dan tantangan pembangunan yang selama ini dihadapi.

 

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangkitkan masyarakat Nduga dari ketertinggalan, keterbatasan, kemiskinan, serta berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, perjuangan menghadirkan pendidikan berkualitas harus terus dilanjutkan,” katanya.

 

Saat ini Universitas Lambu membuka lima program studi jenjang sarjana (S1), yaitu Manajemen, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Agribisnis.

 

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel Samuel Mofu, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan Universitas Lambu.

 

Ia mengatakan, sebagai lembaga yang membina perguruan tinggi di enam provinsi di Tanah Papua, LLDIKTI Wilayah XIV memiliki tanggung jawab untuk mendorong kemajuan kampus-kampus yang baru berdiri, termasuk Universitas Lambu.

 

“Saya sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah XIV akan memberikan perhatian khusus kepada Universitas Lambu yang hari ini kami sahkan bersama,” ujarnya.

 

Dr. Mofu juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah memberikan legalitas melalui surat keputusan resmi. Ia bahkan telah meninjau langsung kondisi wilayah Nduga, termasuk lokasi kampus Universitas Lambu.

 

“Saya sudah datang melihat langsung kondisi daerah Nduga, kampus, serta bersentuhan dengan masyarakat dan alam Ndugama,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa universitas tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang, namun memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

 

“Kampus ini akan kami dorong untuk berkembang. Namun saya juga berpesan agar Pemerintah Daerah Nduga turut mendukung penuh agar kehadiran Universitas Lambu dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah ini,” ujarnya.

 

Menurutnya, tanpa dukungan pemerintah daerah, perkembangan universitas tersebut dapat terhambat.

 

“Jika pemerintah daerah tidak mendukung, maka kampus ini bisa berjalan di tempat. Itu yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.

 

Universitas Lambu sendiri beralamat di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, dan diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia bagi masyarakat setempat serta wilayah pegunungan Papua pada umumnya.