Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Sela Sela Peresmian Sekolah Cako Nusi, KO’MEMBACA Gelar Diskusi Publik Literasi di...

Sela Sela Peresmian Sekolah Cako Nusi, KO’MEMBACA Gelar Diskusi Publik Literasi di Nusi, Soroti Literasi di Papua

322
0
Istimewah
Istimewah

Nabire, tiiruu.com – Komunitas KO’MEMBACA menggelar syukuran Rumah Baca Cabang Nusi yang dirangkaikan dengan diskusi publik bertajuk “Kupas Tuntas Literasi: Mengapa Literasi Belum Membumi Pasca DOB Papua?” Kegiatan ini akan berlangsung di ruang terbuka pesisir dekat Pantai Batu dan kawasan Erari, Nabire.

Ketua Ko’Membaca Lepiton Tabuni mengatakan, tema diskusi lahir dari refleksi kritis para pegiat literasi terhadap dinamika pembangunan daerah otonomi baru di Papua. Pihaknya menilai, meskipun pemekaran wilayah kerap diklaim mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pendidikan, praktik di lapangan menunjukkan literasi belum berkembang secara merata di masyarakat.

“Diskusi ini merupakan ruang refleksi bersama untuk melihat apakah literasi benar-benar menjadi fondasi pembangunan, atau hanya berhenti sebagai jargon administratif,” katanya dalam pesan watsap yang diterima tiiruu.com, Jumat (27/2/2026).

Menurut Tabuni, kegiatan tersebut menghadirkan enam narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari pendidikan, komunitas sosial, hingga kebijakan publik.

“Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai persoalan literasi di daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah,”katanya.

Tabuni menegaskan bahwa forum ini tidak hanya bertujuan mengidentifikasi persoalan, tetapi juga merumuskan pendekatan literasi yang lebih kontekstual dan membumi. Mereka menilai, literasi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar program formal berbasis administrasi.

“Kami ingin literasi tumbuh dari ruang hidup masyarakat. Karena itu, diskusi diselenggarakan di ruang terbuka sebagai simbol bahwa membaca dan berpikir kritis harus menjadi bagian dari kehidupan sosial,” katanya.

Tabuni juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan literasi. Mereka menilai partisipasi anak muda menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya budaya baca dan tulis.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan material maupun moral atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berharap diskusi publik ini menjadi momentum memperkuat gerakan literasi berbasis komunitas di Papua Tengah,”katanya.

Tabuni mengatakan, kegiatan terbuka bagi masyarakat umum, khususnya kalangan pemuda, pegiat literasi, dan pemerhati pendidikan.

“Saya berharap forum diskusi dapat melahirkan gagasan konkret untuk mendorong literasi sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan,”katanya.