Beranda POLHUKAM Gobai Dorong Penguatan Subsidi Pesawat Perintis untuk Hubungkan Wilayah Terpencil di Papua...

Gobai Dorong Penguatan Subsidi Pesawat Perintis untuk Hubungkan Wilayah Terpencil di Papua Tengah

43
0

Nabire, tiiruu.com – Anggota DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mendorong pemerintah memperkuat dukungan terhadap layanan transportasi perintis sebagai upaya menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil dan terisolasi di Papua Tengah. Menurutnya, keberadaan pesawat perintis, kapal kecil, dan moda transportasi darat yang didukung subsidi merupakan kunci pemerataan pelayanan publik di daerah pedalaman.

 

Dalam pandangannya yang disampaikan melalui tulisan berjudul “Membangun Jembatan Transportasi di Papua Tengah dengan Pesawat Perintis untuk Menjangkau Masyarakat Terpencil dan Terisolir”, Gobai menilai sebagian besar masyarakat Papua masih tinggal jauh dari pusat pemerintahan sehingga membutuhkan akses transportasi yang memadai.

 

“Transportasi adalah kunci utama untuk menjangkau daerah-daerah pelosok pegunungan dan pantai yang jauh dari kota. Kalau transportasi tidak tersedia, pelayanan pemerintahan tidak akan merata di Papua. Pesawat kecil dan kapal kecil atau perahu motor sangat diperlukan,” kata Gobai.

 

Ia menjelaskan bahwa sejak dekade 1960-an berbagai maskapai penerbangan misi telah berperan membuka akses ke wilayah pedalaman Papua. Menurut Gobai, pesawat-pesawat perintis milik AMA dan MAF, kemudian disusul operator lain seperti ADVEN, TARIKU, YAJASI, dan HELIVIDA, melayani rute-rute yang menghubungkan daerah pegunungan maupun pesisir yang sulit dijangkau transportasi darat.

 

Gobai juga mengingatkan bahwa pada masa lalu pemerintah memberikan subsidi penerbangan melalui maskapai nasional untuk menjangkau kecamatan-kecamatan terpencil. Menurutnya, skema serupa perlu terus diperkuat, tidak hanya bagi penerbangan perintis, tetapi juga untuk transportasi laut dan darat yang melayani masyarakat di kampung-kampung.

 

Secara tidak langsung, Gobai menilai pembangunan jaringan transportasi merupakan prasyarat penting bagi pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar. Ia menyebut banyak landasan udara yang dibangun para misionaris di berbagai wilayah Papua sejak puluhan tahun lalu bertujuan memudahkan pelayanan masyarakat, termasuk distribusi logistik dan mobilitas tenaga kesehatan maupun pendidik.

 

“Selama ini pesawat perintis digunakan untuk menjangkau daerah terpencil, membantu orang sakit, membawa bantuan, mendukung kunjungan pemerintah daerah, serta mendukung penyelenggaraan pemilu dan pelayanan gereja,” ujarnya.

 

Menurut Gobai, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten perlu membangun kerja sama dengan operator penerbangan perintis melalui skema subsidi biaya tiket sehingga masyarakat dapat memperoleh tarif yang lebih terjangkau. Ia mengatakan langkah tersebut akan membantu guru, tenaga kesehatan, dan aparatur pemerintah mencapai lokasi tugas mereka, sekaligus memperlancar distribusi bantuan dan kebutuhan pokok ke kampung-kampung terpencil.

 

Pada bagian penutup, Gobai menegaskan bahwa pembangunan konektivitas di Papua Tengah tidak dapat hanya mengandalkan jalan darat. Ia menilai transportasi udara, transportasi air dengan kapal-kapal kecil, serta layanan angkutan darat perlu dikembangkan secara terpadu agar pelayanan pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat.

 

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten perlu membangun kerja sama dengan skema subsidi ongkos tiket agar masyarakat mampu menjangkaunya dan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta pelayanan pemerintahan dapat diberikan secara lebih dekat kepada masyarakat,” kata Gobai.