Beranda ADVERTORIAL Dinkes Deiyai Targetkan Akreditasi Bertahap 10 Puskesmas untuk Tingkatkan Mutu Layanan

Dinkes Deiyai Targetkan Akreditasi Bertahap 10 Puskesmas untuk Tingkatkan Mutu Layanan

76
0

Waghete, tiiruu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai memfokuskan pelaksanaan akreditasi terhadap 10 puskesmas secara bertahap pada 2026 sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, pada Rabu (24/6/2026), melakukan pemantauan langsung terhadap proses akreditasi di sejumlah puskesmas yang dinilai oleh tim surveior dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (Lafkespri).

 

Puskesmas yang dipantau meliputi Puskesmas Waghete di Distrik Tigi serta Puskesmas Kokobaya, Puskesmas Edarotali, dan Puskesmas Damabagata di Distrik Tigi Timur. Sementara itu, Puskesmas Kapiraya dan Puskesmas Bouwobado menjalani proses akreditasi secara daring bersama Kementerian Kesehatan karena berada di wilayah dengan kondisi khusus.

 

Fransina mengatakan akreditasi tidak hanya bertujuan memenuhi aspek administratif, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas.

 

“Jadi, di puskesmas masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya.

 

Menurut Fransina, proses akreditasi diharapkan dapat membangun budaya mutu dan keselamatan pasien di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Deiyai. Ia menegaskan, kenyamanan pasien ketika menerima layanan menjadi indikator penting dalam penilaian.

 

Ia juga menjelaskan bahwa akreditasi menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola puskesmas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pelayanan, hingga evaluasi dan tindak lanjut.

 

“Dengan akreditasi ini, manajemen sumber daya manusia dapat dijalankan sesuai standar pelayanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” katanya.

 

Selain itu, hasil akreditasi akan menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing puskesmas. Berdasarkan penilaian surveior, setiap fasilitas kesehatan akan memperoleh kategori akreditasi, mulai dari dasar, madya, utama, hingga paripurna.

 

“Melalui hasil penilaian tersebut kami dapat menyusun rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan mutu pelayanan di setiap puskesmas,” ujar Fransina.

 

Ia berharap akreditasi mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Deiyai sehingga semakin banyak warga memilih berobat di puskesmas dan kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah dapat ditekan.

 

Fransina juga memberikan semangat kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam proses akreditasi.

 

“Semua teman-teman di puskesmas tetap semangat selama proses akreditasi berlangsung. Walaupun dengan susah payah dan segala keterbatasan, saya percaya hasil yang akan kita dapatkan sesuai dengan kerja keras kita,” katanya.

 

Menurut Fransina, tim surveior dijadwalkan melanjutkan akreditasi di Puskesmas Tenedagi, Puskesmas Gakokebo, Puskesmas Aiyatei, dan Puskesmas Wagomani pada 26–27 Juni 2026.

 

Sementara itu, Bupati Deiyai Melkianus Mote menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan akreditasi 10 puskesmas dan RSUD Pratama Deiyai. Ia mengatakan pemerintah daerah menunggu rekomendasi dari tim surveior sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan di daerah tersebut.

 

“Kami akan menunggu rekomendasi dari tim akreditasi untuk masing-masing puskesmas dan RSUD Waghete. Rekomendasi dari tim surveior ini sangat berarti. Berdasarkan rekomendasi tersebut, kita akan membangun masing-masing puskesmas dan RSUD Waghete,” kata Melkianus.

 

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan, pelaksanaan akreditasi mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Selain tenaga kesehatan, kegiatan tersebut juga dihadiri kepala kampung, kepala sekolah, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang ikut menyambut kedatangan tim surveior sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Deiyai.