Nabire, tiiruu.com – Kelompok bersenjata yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodam III D Dulla Pimpinan Aibon Kogoya kembali menyampaikan pernyataan terkait keberadaan pasukannya di sejumlah wilayah di Papua.
Dalam pernyataan yang diterima redaksi, Kogoya mengklaim bahwa pasukan mereka berada dalam posisi siaga di beberapa titik untuk menyerang pihak TNI POLRI yang menyamar menjadi pengangkutan Kayu, Pendulang di Wilayah Nabire.
“Kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Panglima Perang bersama pasukan berada di wilayah komando dan dalam posisi siap, siaga apabila kami ketemu mata mata Indonesia yang menyamar jadi pekerja kasar,” kata Kogoya kepada tiiruu.com, Selasa (3/3/2026).
Kogoya mengatakan bahwa TPNPB-OPM menyebut keberadaan pasukan itu sebagai bagian dari struktur komando dan lokalisasi perjuangan pergerakan kemerdekaan Papua.
“Kami juga menegaskan bahwa pergerakan pasukan berada di bawah kendali pimpinan perang di wilayah masing-masing,”katanya.
Pasca kontak tembak Antara TNI Polri dan TPNPB-OPM Kelompok Aibon Kogoya masih aktif melakukan konsolidasi internal di sejumlah wilayah pegunungan Papua Barat kususnya di Wilayah Budaya Saireri Meepago.
“Kogoya mengkalim menembak mati aparat keamanan Indonesia. Dan Kogoya meminta untuk aparat keamanan Indonesia ungkapkan identitas mereka ke publik jangan kalian sembunyi anggota kamu yang kami tembak,”katanya.
Aparat Kepolisian Sempat Kuasai Markas Aibon Kogoya
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigadir Jenderal Polisi Faizal Rahmadani mengatakan bahwa tim gabungan juga berhasil menguasai markas mereka setelah sempat terjadi kontak tembak.
“Setelah kontak tembak yang terjadi Minggu (1/3), tim gabungan TNI/Polri berhasil menguasai markas KKB pimpinan Aibon Kogoya dan mengamankan sejumlah barang bukti,” kata Faizal sebagaimana dilansir, Antaranews.com, Selasa (3/3/2026).
Ia mengatakan upaya penegakan hukum terhadap daftar pencarian orang (DPO) yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya pada Minggu malam (1/3) sekitar pukul 22.40 WIT.
Karena terdesak saat kontak tembak terjadi, KKB kemudian meninggalkan markasnya hingga diamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazin jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.
“Selain itu, diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky, serta uang tunai sebesar Rp79.900.000,” kata Faizal.
Ia menambahkan dari 12 unit telepon genggam yang diamankan, terdapat dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya, yakni anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu dan karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.
“Upaya penegakan hukum akan terus dilakukan guna memberikan rasa aman ke masyarakat,” kata Faizal.











































