Oleh : Philemon Keiya
Fokus Bangun Pendidikan dan Kesehatan dari Dasar
“Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, PAUD dan Posyandu harus berjalan seiring. Anak harus sehat dan juga harus pintar,” tegas Bupati Deiyai, Melkianus Mote pada sejumlah kesempatan di Deiyai.
Merawat Deiyai sebagai gudangnya intelektual Mee di tanah Papua menjadi sebuah kewajiban bagi Melkianus Mote – Ayub Pigome. Komitmen ini segera diwujudkan. Karena, Pendidikan dan Kesehatan sudah menjadi program prioritas selama masa kepimpinan mereka.
Menjadikan Pendidikan menjadi program utama dan prioritas ini sejalan dengan salah satu program prioritas dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, yakni Program Pendidikan Gratis dan Sekolah Sepanjang Hari menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menciptakan generasi unggul. Komitmen untuk menyediakan pendidikan tanpa biaya dan pembangunan asrama di ibu kota kabupaten bertujuan membuka akses pendidikan yang merata. Penerapan sistem Sekolah Sepanjang Hari (SSH) juga diharapkan membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh serta menekan tingkat kenakalan remaja di wilayah ini.
Untuk membangun Pendidikan Deiyai yang lebih maju, Melkianus Mote meminta kepada Dinas Pendidikan serius mengurus Pendidikan mulai dari Pendidikan Dasar, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Pendidikan di Deiyai harus dibangun dari bawah. Pondasinya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baik dari sisi tenaga pendidik maupun infrastrukturnya,” tegas Bupati Mote di hadapan para ASN Dinas Pendidikan
Menurut Mote, PAUD harus menjadi prioritas utama karena pembentukan karakter manusia dimulai sejak usia dini. Oleh sebab itu, seluruh PAUD yang ada di Deiyai diminta mendapat perhatian serius.
“Kepada Dinas Pendidikan, saya minta mulai sekarang fokus pelayanan langsung ke lapangan. Pantau seluruh sekolah dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Jika, sekolah yang tidak jalan KBMnya, maka sekolah itu saya akan tutup. Jauh lebih sekolah sedikit tapi guru dan murid banyak. Dari pada banyak sekolah tapi KBM tidak jalan. Jangan bangun sekolah hanya untuk kejar dana BOS saja,” ujar Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dalam suasana apel pagi di Wagethe
“Bagi kampung yang tidak ada PAUD, kita akan fokus ke sekolah Minggu di Gereja,” Lanjut Bupati Melkianus Mote menegaskan keseriusannya untuk bangun Pendidikan untuk generasi muda demi mengantar mereka pada masa depan yang baik dan cerah
Selain Pendidikan, Fokus utama berikut Adalah Kesehatan. Untuk Kesehatan, harus dibenahi dan mulai dibangun dari dasar, yakni Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Dimana, Mote meminta, kepada Dinas Kesehatan agar hidupkan para kader beserta Posyandu di setiap kampung.
“Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, PAUD dan Posyandu harus berjalan seiring. Anak harus sehat dan juga harus pintar,” tegas Bupati Mote
Terkait misi mulia dari Melkianus Mote – Ayub Pigome bidang Kesehatan ini ditanggap serius oleh Dinas Kesehatan. Dimana, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Fransinas Rumbiak bergerak cepat untuk membangun Kesehatan. Rumbiak memulai dengan mendatangi ke Rumah Sakit Pratama Waghete dan sejumlah Puskesmas yang ada di Deiyai guna memastikan berbagai masalah dan tantangan yang ada
“Puskesmas akan terus diperkuat dari sisi manajemen, pelayanan, sarana prasarana, dan jejaring rujukan. Sementara itu, posyandu akan kita dorong menjadi pusat layanan kesehatan berbasis masyarakat yang aktif, terintegrasi, dan berdaya guna, dengan dukungan kader yang terlatih serta kolaborasi lintas sektor,” ungkap Fransina
Usai kunjungi RS Pratama Waghetem Rumbiak menyampaikan lima poin sikap dan langkah pembenahan sebagai upaya menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di RSUD Pratama Waghete.
Pertama, penertiban dan penegasan disiplin tenaga kesehatan. Kedua, aktivasi gedung pelayanan. Ketiga, inventarisasi dan optimalisasi alat kesehatan. Keempat, penguatan manajemen dan kepemimpinan rumah sakit. Kelima, membangun kembali kepercayaan masyarakat.
“Intinya, harapan ke depan adalah menghidupkan kembali RSUD Kabupaten Deiyai dari dalam: manusianya bekerja, gedungnya berfungsi, alatnya digunakan, dan pelayanannya dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkas Fransina Rumbiak Mote.
Bangkitkan Ekonomi berbasis Daba (Miskin), Miyaa (Janda/Duda), dan Dobiyo (Yatim Piatu)
Menjadikan semua orang di Deiyai menjadi tonawi (kaya) Adalah salah satu misi utama yang sedang digenjot secara serius oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome Adalah bangkitkan ekonomi berbasis kerakyatan terutama kaum daba (miskin), miyaa (janda/duda) dan dobiyo (yatim piatu). Bukti keseriusan itu benar-benar dilakukan sejak awal.
Berbagai bantuan kepada masyarakat Deiyai langsung digencarkan. Mulai dari bantuan rumah, bahan bangunan rumah, 100 buah perahu bagi mama-mama nelayan, bibit babi 350 ekor kepada masyarakat, pemberdayaan petani kopi, pemberdayaan petani pohon dimana Bupati Mote borong 5000 bibit pohon,
“Tahun 2026, kita akan bantu 5.000 bibit ekor babi. Tidak hanya ini, bantuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti bibit sayur-mayur, bibit kopi, bibit ikan, jalan dan perahu, rumah, alat kerja kebun, dan masih banyak bantuan lagi,” jelas Bupati Mote tentang rencana bantuan ke daba (miskin), miyaa (janda/duda) dan dobiyo (yatim piatu) seluruh kabupaten Deiyai
Untuk genjot ekonomi kerakyatan, Bupati Deiyai juga mendorong sejumlah dinas teknis untuk lakukan pendataan kepada masyarakat yang benar-benar rentan. Agar, setiap kali menurunkan bantuan harus tepat sasaran. Agar, kemandirian ekonomi itu benar-benar terwujud
Komoditas lokal menjadi pilihan utama dalam mengembangkan ekonomi seperti kopi, pisang, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, bawang merah dan putih, bibit babi, ayam, bebek, kelinci, kambing dan sapi. Karena, jelas Bupati Mote, akan didapati dua manfaat, yakni Pengadaan bibit melalui masyarakat dan akan diperuntukkan juga kepada masyarakat
Pemberdayaan Pemuda dan OKP
Sumber Daya Manusia (SDM) di Deiyai pada berbagai bidang juga diberdayakan. Mulai dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Dekranasda, TP-PKK, KPA dan sejumlah Non Government Organization (NGO) yang ada di Deiyai dirangkul oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome.
Organisasi-organisasi di atas tersebut di atas, dirangkul dalam rangka bangun Deiyai bersama sesuai bidang masing-masing. Melkianus Mote – Ayub Pigome melibatkan secara langsung organisasi-organisasi tersebut dalam berbagai kesempatan. Misalnya, Bupati Melkianus Mote bersama KADIN Deiyai menyaluarkan bantuan berupa meja belajar untuk dua sekolah di Waghete. Selain itu, Pemerintah bersama APINDO Deiyai saluarkan bantuan payung kepada mama-mama pasar di Waghete
Bupati Melkianus Mote juga menaruh perhatian serius terhadap anak muda di Deiyai. Dimana, ia turut libatkan KNPI Deiyai dalam sejumlah kegiatan pemerintahan. Selain itu, Melkianus Mote juga berkomitmen untuk serius pada sejumlah cabang olahraga unggulan. Salah satunya, Bupati Melkianus Mote memberikan dukungan nyata kepada Persidei Deiyai menjadi tim pertama mendaftarkan diri kepada Panpel Liga 4 Provinsi Papua Tengah.
Penulis Adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Dinas Buadaya dan Pariwisata (Budpar) Deiyai
Bersambung di Bagian II Dengan Judul Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai







































