Beranda POLHUKAM Legislator Papua Tengah Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Anggota Polres Dogiyai dan...

Legislator Papua Tengah Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Anggota Polres Dogiyai dan Warga Masyarakat

234
0

Nabire, tiiruu.com — Anggota DPR Papua Tengah, Nelius Agapa, mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku pembunuhan terhadap seorang anggota Polres Dogiyai berinisial JE dan warga masyarakat yang terkena luka tembak.

“Saya perlu  menegaskan bahwa langkah penegakan hukum harus dilakukan secara profesional agar tidak memicu konflik yang lebih luas di tengah masyarakat,”katanya kepada tiiruu.com, Rabu (1/4/2026).

 

Agapa mengatakan, hingga kini publik belum mendapatkan kejelasan mengenai siapa pelaku utama dalam kasus tersebut. Ia mengingatkan agar aparat tidak mengambil tindakan represif tanpa dasar penyelidikan yang jelas.

 

“Kami minta pelaku pembunuhan anggota Polres Dogiyai segera diungkap termasuk dengan warga sipil yang ditembak oleh aparat. Kalau pelakunya belum jelas, lalu polisi bertindak dengan menembak sembarangan, ini bisa memicu konflik yang lebih besar,” ujar Agapa.

 

Menurutnya, penanganan kasus harus dimulai dari pengungkapan pelaku utama, bukan justru menyasar warga yang belum tentu terlibat. Ia menekankan bahwa tindakan aparat yang tidak terukur hanya akan memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.

 

“Saya menilai bahwa anggota Polisi yang mati adalah Orang Asli Papua (OAP), masyarakat yang korban juga OAP. Perlu ingat bahwa kami OAP hampir punah, saya harap agar kita jaga kelanjutan hidup OAP di tanah ini,”katanya.

 

Agapa menjelaskan, konflik yang terjadi bermula dari dugaan penganiayaan terhadap anggota polisi, yang kemudian direspons dengan tindakan penembakan oleh aparat hingga menyebabkan jatuhnya korban dari masyarakat sipil.

 

“Polisi harus ikuti prosedur penyelidikan kasus. Tangkap dulu pelaku utama pembunuhan anggota Polres Dogiyai. Jangan sampai warga yang tidak tahu apa-apa justru menjadi sasaran,” katanya.

 

Agapa juga menyoroti peran kepolisian sebagai institusi yang seharusnya mengayomi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan yang humanis dan berbasis hukum dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.

 

“Polisi ini institusi yang mengayomi masyarakat. Jangan asal tembak membabi-buta karena itu membuat warga semakin takut,” ujarnya.

 

Agapa turut mempertanyakan munculnya kembali kasus kekerasan di tengah adanya kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah sebelumnya. Ia meminta aparat kepolisian bertanggung jawab untuk mengungkap fakta secara transparan.

 

“Sudah ada kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah, tiba-tiba muncul kasus. Kalau begitu siapa pelakunya? Itu tugas polisi untuk mengungkap,” katanya.

 

Agapa juga mendorong pembentukan tim pencari fakta guna memastikan proses penegakan hukum berjalan objektif dan akuntabel. Selain itu, aparat diminta mengutamakan stabilitas keamanan di Dogiyai agar tidak terjadi eskalasi konflik yang lebih besar.

 

“Kami minta polisi membentuk tim pencari fakta dan menangkap pelaku yang sebenarnya. Jangan memburu warga yang tidak bersalah,” ujarnya.

 

Agapa berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional dan transparan sehingga situasi keamanan di Dogiyai tetap kondusif dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dapat terjaga.

“Kalau polisi tidak transparan justru akan melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi polisi,”katanya.