Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Kadis Kesehatan Deiyai Paparkan Empat Program Prioritas, Fokus Perkuat Layanan Dasar

Kadis Kesehatan Deiyai Paparkan Empat Program Prioritas, Fokus Perkuat Layanan Dasar

670
0
Kadis Kesehatan Deiyai Fransina Rumbiak Mote, S.KM, bersama jajaran staf dan kepala puskesmas dalam pertemuan awal tahun 2026 yang membahas program prioritas penguatan layanan kesehatan dasar, Senin (26/1).
Kadis Kesehatan Deiyai Fransina Rumbiak Mote, S.KM, bersama jajaran staf dan kepala puskesmas dalam pertemuan awal tahun 2026 yang membahas program prioritas penguatan layanan kesehatan dasar, Senin (26/1).

DEIYAI, tiiruu.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, memaparkan empat program prioritas utama yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Program tersebut difokuskan pada penguatan layanan kesehatan dasar guna menjawab tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks.

Pemaparan itu disampaikan Fransina dalam pertemuan awal bersama seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, mulai dari sekretaris, kepala bidang, staf, hingga para kepala puskesmas se-Kabupaten Deiyai. Pertemuan berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Dinas Kesehatan Deiyai dan juga menjadi forum evaluasi capaian serta kendala pelaksanaan program kesehatan tahun 2025.

“Tantangan pembangunan kesehatan saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, pada tahun ini Dinas Kesehatan menetapkan beberapa program prioritas utama yang difokuskan pada penguatan fondasi layanan kesehatan dasar,” ujar Fransina dalam sambutannya, Senin (26/1/2026).

Program prioritas pertama, kata Fransina, adalah pemantapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, khususnya pemenuhan dan peningkatan kompetensi sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar pelayanan.

“SDM adalah kunci utama mutu layanan. Tanpa tenaga kesehatan yang cukup, kompeten, dan merata, pelayanan tidak akan berjalan optimal. Karena itu, perencanaan, penataan, pembinaan, serta peningkatan kapasitas SDM akan menjadi perhatian serius kami sepanjang tahun ini,” jelasnya.

Fransina Rumbiak Mote mengatakan, prioritas kedua adalah pelaksanaan dan penguatan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas. Menurutnya, akreditasi tidak semata bersifat administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk membangun budaya mutu dan keselamatan pasien.

“Akreditasi bertujuan memastikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami berkomitmen mendampingi seluruh puskesmas agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan secara berkelanjutan,” katanya.

Fransina Rumbiak Mote mengatakan, sebagai prioritas ketiga, Dinas Kesehatan Deiyai akan memperkuat peran puskesmas dan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

“Puskesmas akan diperkuat dari sisi manajemen, pelayanan, sarana prasarana, dan jejaring rujukan. Sementara posyandu akan didorong menjadi pusat layanan kesehatan berbasis masyarakat yang aktif, terintegrasi, dan berdaya guna, dengan dukungan kader terlatih serta kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Fransina Rumbiak Mote mengatakan, prioritas keempat difokuskan pada penurunan kasus penyakit menular, seperti Tuberkulosis (TB), HIV, Infeksi Menular Seksual (IMS), kusta, serta penyakit lain yang masih tinggi di Kabupaten Deiyai, termasuk upaya eliminasi malaria.

“Penanganan penyakit-penyakit ini akan menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” tambah Fransina.

Fransina Rumbiak Mote  menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program prioritas tersebut membutuhkan sinergi dan kerja sama semua pihak.

“Keberhasilan program ini tidak mungkin dicapai oleh Dinas Kesehatan sendiri. Diperlukan kolaborasi dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader, maupun masyarakat,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala puskesmas, kepala bidang, dan kepala sub bagian turut memaparkan aktivitas kerja selama tahun 2025 serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.