Beranda POLHUKAM IPMADO Kota Studi Nabire Keluarkan Pernyataan Sikap, Desak Pengusutan Kasus Penembakan di...

IPMADO Kota Studi Nabire Keluarkan Pernyataan Sikap, Desak Pengusutan Kasus Penembakan di Dogiyai

495
0

Nabire, tiiruu.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire mengeluarkan pernyataan sikap terkait sejumlah peristiwa penembakan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai dan menimbulkan korban jiwa. Dalam pernyataan tersebut, IPMADO mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus-kasus tersebut secara transparan dan adil.

 

IPMADO menilai bahwa sejak Ibu Mince Mayor menjabat sebagai Kapolres Dogiyai, situasi keamanan di tengah masyarakat justru semakin menimbulkan kekhawatiran. Berbagai peristiwa kekerasan dan penembakan disebut terus terjadi dan menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil.

 

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian masyarakat adalah penembakan terhadap Yohanes Yobee di Ikeboo pada 3 Maret 2026. Selain itu, sebelumnya juga terjadi penembakan yang menewaskan Kris Douw dan Keni Dumupa beberapa bulan lalu. Rangkaian kejadian tersebut dinilai menambah daftar panjang tragedi yang dialami masyarakat Dogiyai.

 

Penanggung jawab pernyataan sikap IPMADO Kota Studi Nabire, Marius Petege, mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh terus hidup dalam ketakutan akibat situasi keamanan yang tidak menentu.

 

“Kami meminta agar aparat kepolisian yang terlibat dalam penembakan tersebut segera dihadirkan dan mempertanggungjawabkan tindakannya secara terbuka. Proses hukum harus berjalan secara transparan dan adil,” ujar Marius Petege dalam keterangannya.

 

Ia menegaskan bahwa kejelasan hukum sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Menurutnya, setiap kasus penembakan yang mengakibatkan korban jiwa harus ditangani secara serius dan tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.

 

“Kami mendesak agar pelaku penembakan terhadap Yohanes Yobee, Kris Douw, dan Keni Dumupa segera diadili sesuai hukum yang berlaku serta dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

 

IPMADO juga meminta Polres Dogiyai di bawah kepemimpinan Kapolres Mince Mayor untuk segera mengungkap pelaku penembakan yang terjadi di wilayah tersebut. Selain itu, mereka mendesak DPR RI dan DPRK Dogiyai agar turut mengusut serta mendorong penyelesaian kasus-kasus penembakan yang telah memakan korban jiwa di Dogiyai.

 

Tidak hanya itu, IPMADO juga meminta Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk mengambil langkah serius dalam menuntaskan kasus penembakan terhadap Yohanes Yobee, Kris Douw, dan Keni Dumupa.

 

Menurut Marius, apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius, maka pihaknya menilai kepemimpinan Kapolres Dogiyai perlu dievaluasi secara menyeluruh.

 

“Polisi pada dasarnya hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Jika kehadiran aparat justru menimbulkan ketakutan serta korban jiwa, maka harus ada tanggung jawab dan langkah tegas dari institusi terkait,” ujarnya.

 

IPMADO berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan peristiwa serupa tidak terus terulang di Kabupaten Dogiyai. Mereka menilai setiap nyawa yang hilang harus mendapatkan perhatian serius, kejelasan hukum, serta keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat.

 

“Tanah ini adalah rumah bagi masyarakat yang ingin hidup dengan aman dan damai. Karena itu, setiap nyawa yang hilang harus mendapatkan kejelasan hukum dan keadilan,” tutup Marius.