Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Mahasiswa IMAPENAPANDODE Gelar Diskusi: Tekankan Keseimbangan Akademik dan Organisasi

Mahasiswa IMAPENAPANDODE Gelar Diskusi: Tekankan Keseimbangan Akademik dan Organisasi

134
0

Nabire, tiiruu.com  — Ikatan Mahasiswa Pelajar Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai (IMAPENAPANDODE) di Provinsi Gorontalo melalui Bidang Penalaran dan Keilmuan menggelar diskusi perorangan bertema “Peran Penting Bagi Mahasiswa dalam Akademisi dan Organisasi”. Kegiatan ini berlangsung di Kontrakan 01 Imapen, Sabtu (18/4) malam.

 

Diskusi menghadirkan Fernando Tebai sebagai pemateri, dengan Stefanus sebagai moderator dan Aripin sebagai notulen. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Gorontalo.

 

Dalam pemaparannya, Fernando Tebai menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengejar nilai akademik semata, tetapi juga harus mengembangkan kapasitas diri melalui keterlibatan dalam organisasi.

 

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Tidak hanya fokus pada nilai, tetapi juga pengembangan diri melalui organisasi sebagai sarana melatih soft skill,” ujar Fernando.

 

Ia menjelaskan bahwa dalam ranah akademik, mahasiswa dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, berpikir kritis, serta meningkatkan prestasi. Menurutnya, pembelajaran aktif seperti bertanya, berdiskusi, dan mencari sumber tambahan di luar materi dosen menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas akademik.

 

Fernando juga menekankan pentingnya manajemen waktu. Ia mengatakan, mahasiswa harus mampu membagi waktu antara kegiatan kuliah dan organisasi agar keduanya berjalan seimbang.

 

Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa kegagalan mengatur waktu akan berdampak pada menurunnya kualitas akademik maupun kontribusi dalam organisasi.

 

Di sisi lain, organisasi dinilai sebagai ruang pembelajaran yang tidak kalah penting. Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa organisasi melatih kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, serta tanggung jawab.

 

“Di organisasi, kita belajar memimpin, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab. Ini menjadi bekal penting untuk dunia kerja,” katanya.

 

Peserta diskusi juga aktif mengajukan pertanyaan. Jefri Dogomo, salah satu peserta, menanyakan bagaimana cara mengakomodir seluruh anggota organisasi serta dampaknya jika anggota tidak aktif.

 

Menanggapi hal itu, pemateri menjelaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan pembagian tugas yang jelas menjadi kunci utama. Ia juga menyebut bahwa ketidakaktifan anggota dapat menghambat program kerja dan melemahkan solidaritas organisasi.

 

Sementara itu, peserta lain, Robby Pigome, mempertanyakan kembali peran penting mahasiswa. Fernando menjawab bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang harus mampu membawa dampak positif baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

 

Dalam sesi berbeda, Yohanes Bobi mengangkat pertanyaan tentang kepemimpinan. Pemateri menekankan bahwa seorang pemimpin harus menunjukkan integritas, konsistensi, serta mampu membangun kepercayaan anggota melalui tindakan nyata.

 

Adapun pertanyaan terkait sikap iri dalam organisasi dijawab dengan menekankan pentingnya membangun kesadaran diri dan sikap saling menghargai.

 

Diskusi yang berlangsung hingga malam hari itu ditutup dengan kesimpulan bahwa mahasiswa harus mampu menyeimbangkan peran akademik dan organisasi untuk menjadi pribadi yang unggul dan siap bersaing di masa depan.

 

Kegiatan ini juga memberikan manfaat langsung bagi peserta, seperti penambahan wawasan, relasi, serta pengalaman dalam berdiskusi. Panitia bahkan menyediakan konsumsi sederhana sebagai bentuk kebersamaan antaranggota.

 

Forum IMAPENAPANDODE ini menjadi salah satu upaya mahasiswa Papua di Gorontalo dalam memperkuat kapasitas intelektual dan solidaritas kolektif di tengah tantangan pendidikan tinggi.