
WAMENA,tiiruu.com – Harapan menghadirkan pangan yang lebih terjangkau dan memperkuat roda ekonomi masyarakat Papua Pegunungan mulai diwujudkan. Sebanyak 1 ton ikan segar asal Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, resmi tiba di Wamena melalui pengiriman perdana kerja sama ekonomi antarwilayah, Rabu (15/7/2026).
Pasokan ikan tersebut tiba menggunakan pesawat Hercules melalui layanan kargo Bandara Wamena sekitar pukul 15.30 WIT. Kedatangan perdana ini menjadi tanda dimulainya kemitraan antara kelompok nelayan Biak Numfor dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, bersama pengurus dan pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3), hadir langsung menyambut kedatangan pasokan ikan tersebut.
Alpius mengatakan, pengiriman perdana ini merupakan hasil dari kerja sama yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya antara Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
“Hari ini kita menerima pengiriman perdana satu ton ikan dari kelompok nelayan Kabupaten Biak Numfor. Ini merupakan realisasi dari kerja sama yang sudah dibangun dan mulai diwujudkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi antarwilayah,” ujar Alpius.
Menurutnya, sebelum proses pengiriman dilakukan, pihaknya telah mengutus koperasi dari Papua Pegunungan untuk bertemu langsung dengan kelompok nelayan di Biak Numfor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kerja sama berjalan baik, mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, koperasi, dan para nelayan yang telah mendukung kerja sama ini. Harapan kami, kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” katanya.
Bukan Hanya Ikan, Produk Papua Pegunungan Akan Dipasarkan ke Biak
Alpius menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya sebatas mendatangkan ikan dari Biak Numfor ke Wamena, tetapi juga menjadi peluang bagi produk unggulan Papua Pegunungan untuk masuk ke pasar luar daerah.
Ke depan, hasil pertanian dan perkebunan seperti kopi, sayuran, buah-buahan, serta komoditas lokal lainnya akan didorong untuk dipasarkan ke Kabupaten Biak Numfor.
“Jadi bukan hanya ikan yang masuk ke Papua Pegunungan, tetapi hasil bumi dari Papua Pegunungan juga akan dikirim ke Biak. Ini adalah bentuk pertukaran ekonomi yang saling menguntungkan antarwilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui koperasi, membuka akses pasar, serta menjaga ketersediaan bahan pangan.
KP3: Kerja Sama Ini Jawaban Tekan Inflasi
Sementara itu, Ketua Pengurus dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3), Simson Asso, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang menghadirkan pasokan ikan dari Biak Numfor.
Ia mengatakan, pihaknya hadir langsung untuk menerima pengiriman perdana tersebut dan selanjutnya akan mendistribusikan ikan kepada masyarakat melalui jaringan usaha koperasi.
“Kami hadir langsung untuk menjemput pengiriman perdana ini dan akan langsung dibawa ke kedai kami untuk dipasarkan. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Simson.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk menekan angka inflasi daerah.
“Salah satu upaya menekan inflasi di Papua Pegunungan adalah memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih stabil. Apa yang dilakukan Kepala Dinas Koperasi dan UKM ini menjadi langkah nyata yang perlu terus dilanjutkan,” katanya.
Dengan masuknya pasokan ikan dari Biak Numfor, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap hubungan ekonomi antarwilayah semakin kuat, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan usaha melalui koperasi.
Dari Wamena, kerja sama ini menjadi bukti bahwa konektivitas ekonomi antarwilayah dapat menjadi kunci membangun kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan.(*).










































