Beranda ADVERTORIAL Bronjong Terpanjang di Kaliwani Rampung, Pemkab Dogiyai Lindungi Kampung Pugatadi dari Ancaman...

Bronjong Terpanjang di Kaliwani Rampung, Pemkab Dogiyai Lindungi Kampung Pugatadi dari Ancaman Banjir dan Erosi

147
0

 

DOGIYAI,tiiruu.com –  Komitmen Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar mulai dirasakan langsung masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan struktur pengaman sungai berupa bronjong di sepanjang aliran Kaliwani, Kampung Pugatadi I, Distrik Kamu Utara.

Pembangunan bronjong yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Dogiyai tersebut menjadi salah satu proyek pengamanan sungai terpanjang di kawasan Kampung Pugatadi.

Pembangunan ini dilakukan sebagai respons pemerintah terhadap ancaman erosi dan banjir yang selama ini menghantui masyarakat. Arus Kaliwani, terutama ketika musim hujan, kerap mengikis tepian sungai dan mengancam permukiman, kebun warga hingga akses jalan utama yang menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dogiyai, Ancelino Antonius Gobay, ST, mengatakan pembangunan bronjong dirancang dengan konstruksi yang kuat agar mampu menahan derasnya arus sungai.

“Kami membangun bronjong ini dengan standar teknis yang kuat untuk menahan arus deras Kaliwani, terutama saat musim hujan,” ujar Ancelino.

Menurutnya, pembangunan bronjong tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Dogiyai di bawah kepemimpinan Bupati Yudas Tebai dan Wakil Bupati Yuliten Anou dalam melindungi masyarakat serta aset mereka dari ancaman bencana alam.

“Panjangnya yang melampaui proyek-proyek sebelumnya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi aset masyarakat dari bencana alam,” katanya.

Bukan Sekadar Tembok Penahan

Bagi masyarakat Kampung Pugatadi I, bronjong tersebut bukan sekadar bangunan pengaman sungai. Kehadirannya menjadi simbol rasa aman setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman longsor dan erosi.

Sebelum bronjong dibangun, tepian Kaliwani yang terus terkikis membuat sejumlah permukiman dan kebun warga berada dalam kondisi rawan. Jalan lingkungan yang berada di sekitar bantaran sungai juga kerap mengalami kerusakan akibat longsoran.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Struktur bronjong membuat tepian sungai lebih stabil sekaligus memberikan perlindungan bagi permukiman dan lahan masyarakat.

Stabilnya akses jalan juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Masyarakat menjadi lebih mudah membawa hasil kebun menuju pusat-pusat perdagangan, termasuk ke wilayah Idakebo dan Moanemani.

Seorang pemuda Kampung Pugatadi I mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan tersebut.

«“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan rekan-rekan PUPR. Dulu kami tidur dengan was-was setiap kali hujan deras karena takut tanah longsor. Sekarang, dengan adanya bronjong ini, kami merasa dilindungi,” ungkapnya.»

Ia menilai pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah hadir menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kampung.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pemimpin kami peduli pada keselamatan rakyat kecil,” katanya.

Infrastruktur untuk Masa Depan

Pembangunan bronjong Kaliwani tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan erosi dan banjir. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan itu juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Dogiyai untuk mewujudkan Dogiyai yang cerdas, kuat dan maju bersama.

Bagi masyarakat Pugatadi I, pembangunan bronjong menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu harus berupa gedung atau jalan besar. Di tepian sungai yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran, sebuah konstruksi sederhana dapat berarti perlindungan bagi rumah, kebun, jalan, dan masa depan masyarakat.

Dengan semakin kokohnya tepian Kaliwani, warga kini memiliki harapan baru: hujan deras tidak lagi selalu berarti ancaman, dan aliran sungai yang selama ini mengikis tanah perlahan dapat menjadi bagian dari lingkungan yang lebih aman bagi kehidupan mereka.(*).