PANIAI, TIIRUU.COM – Sebanyak 17 organisasi dan komunitas yang tergabung dalam Koalisi Paniai Bersatu Peduli Lingkungan bersama masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang kawasan pinggiran Danau Paniai hingga Muara Kali Enaro, Kampung Aikai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Sabtu (5/9/2026).
Aksi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi musim kemarau yang menyebabkan permukaan air Danau Paniai mengalami penyusutan. Kegiatan dipusatkan di kawasan Muara Kali Enaro, Aikai, dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan serta kelestarian Danau Paniai sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Koalisi yang terlibat terdiri atas berbagai unsur, mulai dari organisasi kepemudaan gereja, ikatan alumni dari berbagai kota studi, komunitas pelajar, komunitas angkatan, hingga komunitas lintas sektor. Gerakan tersebut juga mendapat respons dari masyarakat yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan pembersihan.
Koordinator Umum Koalisi Paniai Bersatu Peduli Lingkungan, Ester Gobay, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan Danau Paniai.
“Pada hari ini, yang tergabung dalam Koalisi Paniai Bersatu Peduli Lingkungan sekitar 17 organ, baik itu dari komunitas-komunitas angkatan dan gereja-gereja, kami melakukan kegiatan bakti sosial di Aikai, dipusatkan di Muara Kali Enaro,” ujar Ester.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak kepada pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam kebersihan lingkungan agar Danau Paniai tetap terjaga indah. Harapan kami ke depannya itu kita jaga alam, alam jaga kita,” katanya.
Berawal dari Diskusi tentang Fenomena El Nino
Ester mengatakan, Koalisi Paniai Bersatu Peduli Lingkungan dibentuk pada 3 September 2026 setelah sejumlah komunitas melakukan diskusi mengenai “Fenomena El Nino dan Dampaknya” di Kedai Kopi Ko’ Puaz, Paniai.
Dalam pertemuan tersebut, peserta sepakat tidak berhenti pada diskusi, tetapi melanjutkannya dengan aksi nyata berupa pembersihan lingkungan. Sebanyak 17 organisasi kemudian bergabung dalam koalisi untuk melakukan gerakan bersama menjaga Danau Paniai dan lingkungan sekitarnya.
Ester menjelaskan bahwa aksi tersebut memiliki sejumlah tujuan, antara lain mencegah penyakit, menciptakan lingkungan yang nyaman, melindungi alam, mencegah potensi bencana akibat penumpukan sampah, serta menjaga ekosistem Danau Paniai.
Menurutnya, lingkungan yang bersih juga berkaitan dengan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
> “Setelah sampah dibersihkan, otomatis udara akan jadi terasa lebih segar dan sedap dipandang mata. Hidup dan beraktivitas pun jadi jauh lebih produktif. Itu tujuan dan maksud kegiatan kita ini,” kata Ester.
Ia juga menyoroti tumpukan sampah yang berada di kawasan muara kali. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih besar.
> “Seperti segala macam sampah yang tertampung di muara Kali Enagone. Harus dibersihkan. Sampah yang tertumpuk terlalu parah,” ujarnya.
Pemuda Katolik Serukan Gerakan Bersama
Gerakan tersebut sebelumnya juga diserukan oleh Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Paniai kepada Orang Muda Katolik (OMK), pemuda Katolik, umat Katolik, dan seluruh masyarakat Paniai untuk terlibat dalam aksi pembersihan kawasan pinggiran Danau Paniai.
Pemuda Katolik mengajak masyarakat tidak hanya membicarakan persoalan lingkungan, tetapi menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata. Aksi tersebut direncanakan berlangsung mulai pukul 08.00 WIT hingga selesai dengan titik kegiatan di kawasan Waumakagouda–Bobaigou.
Dalam seruannya, Pemuda Katolik menegaskan bahwa Danau Paniai tidak hanya dipandang sebagai kawasan perairan, tetapi juga memiliki nilai penting bagi kehidupan dan identitas masyarakat Paniai.
“Danau Paniai adalah identitas kita, sumber kehidupan kita, dan halaman rumah kita yang harus dijaga keindahannya.”
Pemuda Katolik juga mengajak generasi muda menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan. Mereka berharap aksi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi berkembang menjadi gerakan gotong royong yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Satu sampah yang kita angkat, mengembalikan satu senyum Danau Paniai,” demikian pesan Pemuda Katolik.
Disepakati Dilakukan Setiap Pekan
Sekretaris Koalisi Paniai Bersatu Peduli Lingkungan, Benny Kudiai, berharap kegiatan tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk tidak membuang sampah sembarangan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
“Kita punya alam Paniai ini sangat indah. Mari kita semua jaga dan pelihara keindahan alam yang sudah Tuhan ciptakan untuk kita. Entah masyarakat, pemerintah, harus kita semua sadar diri dalam menanggulangi sampah pasca musim kemarau kurang lebih dua bulan lebih ini,” ujar Benny.
Koalisi juga telah menyepakati agar kegiatan pembersihan sampah dilakukan secara rutin, yakni setiap Sabtu atau sekali dalam sepekan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadikan kebersihan Danau Paniai sebagai gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab komunitas tertentu.
Gerakan tersebut membawa pesan bahwa menjaga Danau Paniai merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, pemuda, komunitas, dan seluruh elemen di Paniai diharapkan mengambil bagian dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pemuda Katolik pun menyerukan semangat yang sama melalui pesan, “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”
Dengan semangat “Kita jaga alam, alam jaga kita”, Koalisi Paniai Bersatu Peduli Lingkungan berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang sehingga Danau Paniai tetap bersih, indah, dan lestari bagi masyarakat serta generasi mendatang.











































