Beranda OLAHRAGA Menghitung Peluang Persipura Lolos Otomatis ke Liga 1: Berat, Kecuali “Baca Mantra” 

Menghitung Peluang Persipura Lolos Otomatis ke Liga 1: Berat, Kecuali “Baca Mantra” 

106
0

JAYAPURA, tiiruu.com –  Peluang Persipura Jayapura untuk lolos otomatis ke Liga 1 musim depan dinilai sangat berat, meski secara matematis masih terbuka.

Ketua Umum PS Koteka Putra Jayapura, Yan Ukago, yang juga sebagai pengamat sepak bolah di Papua, ia mengatakan bahwa posisi Persipura saat ini berada dalam situasi yang tidak sepenuhnya menguntungkan.

“Peluang Persipura untuk lolos otomatis itu sangat berat, karena tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan sendiri, tetapi juga hasil tim lain,” ujar Yan di Jayapuram, Minggu, (03/05/2026).

Ia menjelaskan, persaingan di papan atas melibatkan tiga tim, yakni PSS Sleman dan Persipura yang sama-sama mengoleksi 53 poin, serta Barito Putera dengan 50 poin.

Pada laga terakhir yang digelar serentak, PSS akan menghadapi PSIS Semarang, sementara Persipura menjamu Persiku Kudus, dan Barito bertemu Persipal Palu.

Menurut Yan, skenario paling ideal bagi Persipura adalah meraih kemenangan, sementara PSS mengalami kekalahan.

“Kalau Persipura menang dan PSS kalah, itu satu-satunya peluang realistis untuk lolos otomatis,” katanya.

Namun, ia menilai kemungkinan PSS terpeleset sangat kecil, mengingat mereka bermain di kandang sendiri dan lawannya sudah dalam posisi aman.

“PSS diprediksi menang, karena mereka main di kandang dan PSIS sudah tidak punya beban. Ini yang membuat peluang Persipura semakin tipis,” ujarnya.

Yan juga menyinggung skenario lain yang dinilai hampir mustahil, yakni jika Persipura dan PSS sama-sama menang, tetapi ditentukan oleh selisih gol.

“Persipura harus menang dengan selisih gol sangat besar, bahkan bisa sampai tujuh gol lebih banyak dari PSS. Itu sangat sulit terjadi,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan adanya potensi kejutan dari Barito Putera jika mampu menang besar saat menghadapi Persipal.

“Kalau Barito menang besar dan dua tim lainnya kalah, mereka bisa saja naik. Bahkan Persipura bisa tersingkir,” katanya.

Dari berbagai kemungkinan tersebut, Yan menegaskan bahwa nasib Persipura tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri.

“Kuncinya ada di pertandingan PSS melawan PSIS. Kalau PSS menang, peluang Persipura praktis tertutup,” tegasnya.

Meski demikian, ia tetap mengajak masyarakat Papua untuk memberikan dukungan dan doa.

“Kita hanya bisa berharap dan berdoa. Ratusan ribu masyarakat Papua pasti berharap keajaiban terjadi, PSS kalah,” ujarnya.

Namun ia juga mengingatkan bahwa sepak bola tetap ditentukan di lapangan dan bola bulat.

“Doa itu penting, tapi yang menentukan tetap kerja keras, strategi, dan kesiapan tim. Siapa yang paling siap, dia yang menang,” pungkasnya. (*).