Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Technical Meeting IPMANAPANDODE Se-Jawa dan Bali Cup X 2026 Bahas Kesiapan Turnamen

Technical Meeting IPMANAPANDODE Se-Jawa dan Bali Cup X 2026 Bahas Kesiapan Turnamen

272
0
Oplus_16908288

DEIYAI, TIIRUU.COM — Panitia Turnamen IPMANAPANDODE se-Jawa dan Bali Cup ke-X Tahun 2026 menggelar technical meeting bersama para manajer dan official tim peserta untuk mematangkan kesiapan pelaksanaan turnamen. Kegiatan berlangsung di Kantor Balai Desa Bomou II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Sabtu (15/8/2026).

 

Technical meeting diawali dengan titik kumpul peserta sekitar pukul 09.50 WIT dan rapat dimulai pada pukul 10.10 WIT. Pertemuan tersebut dihadiri panitia penyelenggara, Koordinator Olahraga Yance Kudiai, perwakilan panitia, serta manajer dan official tim yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta turnamen.

 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Deiyai, Tino Mote, turut hadir sebagai tamu undangan sekaligus membuka kegiatan technical meeting.

 

Dalam sambutannya, Koordinator Olahraga sekaligus panitia penyelenggara, Yance Kudiai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh manajer dan official yang telah hadir dan mengikuti technical meeting.

 

Menurut Yance, terlaksananya pertemuan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, terutama panitia dan seluruh peserta yang telah memberikan dukungan terhadap persiapan turnamen.

 

“Terima kasih kepada seluruh peserta, manajer, dan official yang sudah hadir. Kerja sama semua pihak sangat penting sehingga technical meeting ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Yance.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dispora yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Turnamen IPMANAPANDODE se-Jawa dan Bali Cup ke-X Tahun 2026.

 

Setelah sambutan, rekan Koordinator Olahraga, Saver Magai, memberikan arahan sekaligus melakukan absensi terhadap setiap tim. Absensi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kehadiran peserta yang akan mengikuti turnamen.

 

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang telah terdaftar terdiri atas **32 tim putra cabang sepak bola, 25 tim putra bola voli, dan 10 tim putri bola voli**.

 

Dalam technical meeting, panitia membahas sejumlah ketentuan dan peraturan pertandingan yang akan diberlakukan selama turnamen berlangsung. Pembahasan dilakukan secara terbuka melalui sesi tanya jawab bersama para manajer dan official tim.

 

Metode tersebut dilakukan agar setiap peserta memahami aturan pertandingan sekaligus menghindari kesalahpahaman selama kompetisi berlangsung.

 

Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Deiyai, Tino Mote, mengatakan dukungan pemerintah terhadap turnamen tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi dan pencarian pemenang. Menurutnya, kegiatan olahraga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mental, keterampilan, serta kemampuan manajemen para pemain dan klub.

 

“Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar mental, mengembangkan keterampilan dan keahlian, serta belajar manajemen klub atau tim. Yang paling penting adalah pembinaan pemain muda agar ke depan terus berkembang dengan matang dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Tino.

 

Tino menjelaskan, turnamen dapat menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding. Karena itu, ia mendorong setiap klub atau tim agar memiliki struktur manajemen yang jelas dan tertata.

 

Selain manajemen klub, Tino menekankan pentingnya kelengkapan data pemain serta pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. Ia berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, matang secara mental, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

 

Dalam kesempatan tersebut, Tino juga meminta Koordinator Olahraga dan panitia memastikan seluruh informasi mengenai pertandingan dapat disampaikan secara merata kepada setiap manajer dan tim peserta.

 

Ia mengingatkan agar tim yang belum sempat mengikuti technical meeting tetap mendapatkan informasi mengenai ketentuan dan jadwal pertandingan. Untuk itu, panitia diminta menyiapkan undangan secara manual sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan pertandingan.

 

Arahan tersebut dinilai penting agar tidak ada peserta yang tertinggal informasi dan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama mengenai aturan serta mekanisme pertandingan.

 

Menutup kegiatan, Yance Kudiai kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh manajer dan official yang telah meluangkan waktu mengikuti technical meeting sejak awal hingga selesai.

 

Ia berharap komunikasi antara panitia dan peserta dapat terus terjaga selama turnamen berlangsung. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi yang baik merupakan bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

 

Yance berharap Turnamen IPMANAPANDODE se-Jawa dan Bali Cup ke-X Tahun 2026 dapat berlangsung dengan tertib, aman, sportif, dan sukses serta menjadi ruang pengembangan bakat dan persaudaraan bagi generasi muda Papua.

 

“Semoga komunikasi dan kerja sama antara panitia dengan seluruh peserta terus berjalan dengan baik sehingga turnamen ini dapat berlangsung tertib, aman, sportif, dan sukses,” tutup Yance.