NABIRE, Tiiruu.com — Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT), Naomi Kotouki, mendukung pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Puncak Jaya sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Papua Tengah.
Program SSH resmi dibuka di SD Inpres Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Program yang digagas Pemerintah Provinsi Papua Tengah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, memenuhi kebutuhan gizi, sekaligus membentuk karakter siswa.
Naomi mengatakan, program SSH merupakan salah satu program pendidikan yang telah dialokasikan pemerintah provinsi di delapan kabupaten di Papua Tengah. Ia menyebut program tersebut mencakup 10 sekolah dan menjadi bagian dari intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Selanjutnya, terdapat program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang dilaksanakan di delapan kabupaten,” kata Naomi dalam keterangannya mengenai program pendidikan Papua Tengah.
Menurut Naomi, program SSH menjadi salah satu bagian dari dukungan anggaran pemerintah provinsi terhadap sektor pendidikan. Selain SSH, dukungan tersebut juga mencakup program pendidikan lainnya, termasuk peningkatan kapasitas guru dan bantuan pendidikan bagi mahasiswa.
Dosen Universitas Negeri Papua, Agus Iriyanto Subule, menjelaskan bahwa pelaksanaan program diawali dengan pemenuhan makanan bagi peserta didik. Setelah itu, siswa mendapatkan pendampingan literasi, terutama bagi mereka yang belum lancar membaca dan menulis.
“Kenapa kita membuat sekolah sepanjang hari, Bapak dan Ibu? Itu karena kita sudah belajar dari pola asrama di waktu lalu. Dan kemudian kita jadikan satu program yang namanya Sekolah Sepanjang Hari,” ujar Agus.
Ia mengatakan, program tersebut ditujukan untuk mengejar ketertinggalan pendidikan. Menurutnya, kemampuan literasi menjadi salah satu aspek penting yang harus dikuasai peserta didik.
Dengan dibukanya SSH di Puncak Jaya, seluruh kabupaten di Provinsi Papua Tengah kini telah memiliki program Sekolah Sepanjang Hari. Puncak Jaya menjadi kabupaten terakhir yang mendapatkan pelaksanaan program tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, mengatakan program SSH diharapkan dapat menjangkau anak-anak di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Ia menilai pembangunan sektor pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mendorong pembangunan asrama siswa di Puncak Jaya sebagai bagian dari dukungan terhadap akses pendidikan.
“Patut kita syukuri pembangunan asrama siswa di Puncak Jaya akan segera dimulai dan yang kedua untuk sekolah sepanjang hari. Semuanya ini yang paling mendasar yang perlu menjadi perhatian kita, yaitu berkaitan dengan pendidikan,” kata Nurhaidah.
Sementara itu, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda menyambut baik pelaksanaan program SSH di wilayahnya. Ia mengatakan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
“Visi dan misi gubernur ini, pendidikan itu paling utama. Maka, kami sebagai daerah yang ada di para bupati, kita semua sepakat bahwa pendidikan itu menjadi prioritas tinggi,” ujar Yuni.
Menurut Yuni, pembangunan infrastruktur tetap penting, tetapi peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian bersama.
Ia meminta para guru di Puncak Jaya ikut mendukung pelaksanaan program tersebut agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai.
“Untuk kita di Puncak Jaya supaya ke depan kita sama-sama harus membangun terutama sekali di bidang pendidikan ini,” katanya.
Program SSH diharapkan tidak hanya memperpanjang waktu belajar siswa, tetapi juga memberikan pendampingan yang lebih intensif dalam kemampuan dasar, pemenuhan gizi, dan pembentukan karakter.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan dikembangkan ke lebih banyak sekolah sehingga semakin banyak anak di Papua Tengah, termasuk di wilayah terpencil, mendapatkan akses pendidikan dan pendampingan yang memadai.











































