Beranda PENDIDIKAN/KESEHATAN Buka Lapak Baca di Sinakma: Semangat Pemuda Yogonima Melawan Buta Aksara

Buka Lapak Baca di Sinakma: Semangat Pemuda Yogonima Melawan Buta Aksara

1030
0
Usai pembentukan kelompok belajar St. Yohenas Pembatis III Sinakma, Frengky Hisage menyerahkan buku bacaan.

Wamena, tiiruu.com – Sebuah gerakan literasi kembali dibentuk di Kampung Sinakma. Sekitar 20-an orang yang terdiri dari anak sekolah dan pemuda, baik yang sudah bisa membaca maupun yang masih buta aksara, bersatu dalam sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberantas buta aksara. Mereka membentuk Lapak Baca Santo Yohanes Pembaptis III Sinakma, menandai perluasan komunitas literasi dari lereng Yogonima hingga ke lembah Palrim, tepatnya di Sinakma.

Lapak baca ini diinisiasi oleh Komunitas Baca-Tulis Santo Yohanes Pembaptis Yogonima, sebuah gerakan yang dalam satu tahun terakhir telah berhasil mengajar delapan anak untuk membaca dan menulis. Keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi ketua komunitas, Frengky Hisage, beserta rekan-rekannya, untuk melangkah lebih jauh. Pada tanggal 3 Februari 2024, mereka resmi membuka lapak baca di Sinakma.

Tanggung jawab menjalankan lapak baca di Sinakma diberikan kepada Ayub Itlay sebagai ketua dan Holima Hisage sebagai sekretaris. Kedua remaja asal Kampung Yogonima ini saat ini tengah menempuh pendidikan di SMK Yapis Wamena. Ayub mengaku siap menjalankan mandat yang diberikan oleh pengurus komunitas.

“Saya dan kawan saya akan mencoba mengajar baca-tulis untuk adik-adik di Sinakma,” ujar Ayub penuh semangat usai dilantik sebagai pengurus.

Namun, Ayub menyadari bahwa perjalanan ini tidak akan mudah. Ia mengajak anak muda Papua di Sinakma dan sekitarnya untuk peduli dan turut serta dalam upaya pemberantasan buta aksara. Ia juga berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pengurus pusat komunitas, Gerakan Papua Mengajar (GPM), dan komunitas lainnya yang peduli terhadap pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Frengky Hisage berharap agar kelompok lapak baca yang baru dibentuk ini dapat berjalan dengan baik. Ia menjelaskan bahwa komunitas telah memberikan sejumlah buku bacaan sebagai bahan pembelajaran.

“Kami harap, buku-buku ini dapat membantu adik-adik pengurus serta anak-anak yang ingin belajar membaca dan menulis,” ujarnya.

Frengky juga menegaskan bahwa keberhasilan komunitas ini tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Baginya, upaya ini adalah bagian dari panggilan untuk membangun generasi yang lebih berpendidikan. Sejauh ini, komunitas telah berhasil membuka tiga lapak baca di tiga kampung: Lapak Baca Santo Yohanes Pembaptis I di Kampung Yogonima, Lapak Baca Santo Yohanes Pembaptis II di Sumunikama, dan yang terbaru, Lapak Baca Santo Yohanes Pembaptis III di Sinakma.

Frengky juga mengucapkan terima kasih kepada Hengky Yeimo,Koordinator Ko’Sapa dan Manfred Kudiai yang telah dan bersama-sama membangun sumber daya manusia di Yogonima dan sekitarnya.
Sementara itu, Meki Hisage, salah satu intelektual asal Kampung Yogonima, merasa bangga dan terharu atas semangat yang ditunjukkan oleh para pengurus komunitas baca-tulis.

“Keterbatasan dan kekurangan yang mereka miliki tidak mematahkan semangat mereka. Saya berharap gerakan ini terus mengakar dan berkembang untuk membangun manusia yang lebih baik di masa depan,” ujarnya dengan penuh harapan. (Uwewo)