Beranda OLAHRAGA Guru Olahraga Dipersiapkan Jadi Pilar Pembinaan Atlet Papua Pegunungan

Guru Olahraga Dipersiapkan Jadi Pilar Pembinaan Atlet Papua Pegunungan

193
0
Suasana penyampaikan materi pada kegiatan Penyegaran Guru Olahraga yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Papua Pegunungan di Wamena, Jumat (20/02/2026).

WAMENA,tiiruu.com – Lapangan sekolah dan peluit guru olahraga kini dipandang sebagai titik awal lahirnya atlet-atlet masa depan Papua Pegunungan. Di tangan para guru inilah, bakat anak-anak di Jayawijaya dan wilayah sekitarnya mulai dikenali, diasah, dan diarahkan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Peran strategis guru olahraga tersebut mengemuka dalam kegiatan Penyegaran Guru Olahraga yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga Papua Pegunungan di Wamena, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Provinsi Papua, Prof. Dr. Saharuddin Ita, M.Kes., AIFO, sebagai narasumber.

Menurut Prof. Saharuddin, guru olahraga adalah sosok yang paling dekat dengan anak muda papua ini. Mereka melihat langsung siapa yang cepat berlari, kuat bertahan, atau memiliki koordinasi tubuh yang menonjol potensi yang kerap tidak terlihat di ruang kelas biasa.

“Dari guru olahraga, kita bisa menemukan bibit atlet Papua Pegunungan. Mereka adalah mata dan telinga pembinaan prestasi di tingkat paling dasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan penyegaran ini dirancang sebagai langkah awal membangun sistem pembinaan olahraga di provinsi baru Papua Pegunungan. Jalur pendidikan dipilih sebagai fondasi utama, dengan target mengantar atlet pelajar ke ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

“Setelah POPDA, pembinaan akan berlanjut ke PRAPOPNAS. Kita sedang menyiapkan pondasi, bukan hasil instan,” katanya.

Optimisme pun disampaikan. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, Papua Pegunungan diyakini mampu tampil sebagai kekuatan baru olahraga, tidak hanya di Tanah Papua, tetapi juga di tingkat nasional.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dispora Papua Pegunungan, Timotius Matuan, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa peran guru olahraga tidak berhenti pada jam pelajaran. Sekolah, menurutnya, harus menjadi ruang hidup bagi pembinaan olahraga melalui pembentukan klub-klub olahraga.

“Kami ingin sekolah menjadi basis pembinaan. Dari sanalah atlet-atlet muda dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan nasional hingga POPNAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Kementerian Pemuda dan Olahraga telah memberikan kuota dua cabang olahraga bagi Papua Pegunungan untuk berlaga di ajang POPNAS. Proses seleksi atlet akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Potensi itu sudah ada. Tugas kita sekarang adalah memberi ruang, arah, dan dukungan agar anak-anak Papua Pegunungan bisa melangkah lebih jauh,” pungkas Timotius.(*).