Intan Jaya, tiiruu.com – Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Intan Jaya mengecam dugaan kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di lingkungan Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni Pos, Kampung Soali, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (18/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Komisariat Cabang Pemuda Katolik Intan Jaya melalui salah satu perwakilannya, Wim Z Joani. Dalam keterangannya, ia menyebut peristiwa tersebut terjadi setelah umat selesai melaksanakan ibadah gereja.
“Setelah umat selesai ibadah, terjadi penembakan roket atau bom di area gereja yang mengakibatkan empat warga sipil menjadi korban,” kata Wim Z Joani dalam pernyataan tertulis yang diterima Jubi, Senin (18/5/2026).
Empat korban yang disebutkan dalam laporan tersebut yakni Luter Nabelau, Piter Pogau, Robet Nabelau, dan Pius Pogau.
Komcab Pemuda Katolik Intan Jaya menilai rumah ibadah merupakan tempat suci yang seharusnya bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi. Karena itu, mereka mengecam keras tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat sipil di lingkungan gereja.
“Rumah ibadah adalah tempat suci yang dilindungi hukum nasional maupun internasional. Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, khususnya yang terjadi di lingkungan gereja,” ujarnya.
Komcab Pemuda Katolik Intan Jaya juga meminta aparat TNI dan Polri menghentikan operasi yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sipil di Intan Jaya serta mengedepankan prinsip hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.
Selain itu, mereka mendesak Komnas HAM RI dan Komnas HAM Papua membentuk tim investigasi independen untuk mengusut peristiwa tersebut secara transparan.
“Kami meminta Komnas HAM segera membentuk tim investigasi independen agar kasus ini diusut secara terbuka dan adil,” kata Wim.
Komcab Pemuda Katolik Intan Jaya turut meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan penanganan medis bagi korban serta menjamin keamanan masyarakat di Distrik Agisiga.
Mereka juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik di Papua, khususnya di Intan Jaya, harus dilakukan melalui dialog damai, bukan pendekatan kekerasan.
“Kami mendorong penyelesaian konflik melalui dialog damai, bukan kekerasan. Damai harus dibangun di atas kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Komcab Pemuda Katolik Intan Jaya meminta Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah segera mengeluarkan pernyataan sikap resmi dan meneruskannya kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua Tengah, Bupati Intan Jaya, Keuskupan Timika, dan Komnas HAM RI.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI-Polri maupun Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait peristiwa tersebut.








































