Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Pertemuan TPK Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Penanganan Stunting

Pertemuan TPK Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Penanganan Stunting

99
0

Deiyai, tiiruu.com — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar pertemuan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tahun Anggaran 2026, Selasa (5/5/2026), di Aula DP3AKB setempat.

 

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota TPK se-Kabupaten Deiyai yang terdiri dari bidan desa, kader PKK, dan kader KB. Hadir pula Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas DP3AKB beserta jajaran, serta pimpinan instansi terkait.

 

Plt. Kepala Dinas DP3AKB Kabupaten Deiyai, Robi Bobii, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas para pendamping keluarga, terutama dalam aspek teknis pendampingan, pengelolaan data, serta evaluasi program kerja.

 

Ia menjelaskan bahwa para peserta akan dibekali pemahaman terkait penanganan stunting, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), gizi seimbang, serta program keluarga berencana. Selain itu, kata dia, pengelolaan data dan pelaporan yang akurat menjadi hal krusial dalam mendukung pengambilan kebijakan pemerintah.

 

“Data yang baik adalah dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Robi.

 

Robi juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar dan diskusi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Deiyai, Simon Mote, yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya percepatan penurunan stunting.

 

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

 

“Untuk membangun negara yang maju, dua hal utama yang harus diperhatikan adalah pendidikan dan kesehatan. Anak-anak harus tumbuh sehat dan cerdas,” kata Simon.

 

Simon juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk pola asuh yang baik. Ia mengingatkan bahwa kekompakan orang tua menjadi kunci dalam mendidik anak.

 

“Keluarga adalah kunci utama. Bapak dan mama harus bersatu dan kompak dalam membimbing anak-anak,” ujarnya.

 

Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal, seperti taman obat keluarga dan apotek hidup, guna menunjang kesehatan keluarga sehari-hari.

 

Menurut Simon, kondisi kesehatan dan gizi anak di Kabupaten Deiyai masih perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, ia berharap melalui kegiatan tersebut, para pendamping keluarga dapat memperkuat peran mereka di lapangan.

 

“Semoga dengan kegiatan ini, angka stunting di Kabupaten Deiyai semakin berkurang dan generasi kita menjadi lebih sehat, pintar, dan sejahtera,” katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan peserta, Krice Madai, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan TPK menjadi wadah penting untuk meningkatkan kapasitas dan menyamakan persepsi antarpendamping.

 

“Kami berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh, terutama dalam upaya menekan angka stunting dan membangun keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Krice.

 

Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan efektivitas kerja Tim Pendamping Keluarga dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Deiyai.