Beranda LINGKUNGAN Forum Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Kimaam Undang Konsolidasi Tindak Lanjut Kasus Pastor...

Forum Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Kimaam Undang Konsolidasi Tindak Lanjut Kasus Pastor Pius Manu

434
0

 

Nabire, tiiruu.com — Ketua Forum Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Kimaam (FSMMP) Idelfonsius Chambu mengundang mahasiswa dan masyarakat Kimaam untuk menghadiri pertemuan konsolidasi menyikapi pemberhentian Pastor Pius Cornelis Manu, Pr oleh Uskup Agung Merauke yang dinilai dilakukan secara sepihak.

 

Undangan tersebut disampaikan FSMMP melalui surat resmi tertanggal 25 Januari 2026.

 

Chambu menjelaskan dalam surat itu bahwa, forum menjelaskan bahwa pertemuan yang semula dijadwalkan pada Minggu (25/1/2026) terpaksa ditun dapada Senin (26/1/2026) karena sejumlah rekan mereka yang melakukan aksi bisu di depan Gereja Katedral Merauke masih menjalani pemeriksaan di Polres Merauke, bahkan sebagian masih ditahan untuk dimintai keterangan.

 

“Dengan mempertimbangkan situasi tersebut serta demi menjaga kondisi tetap kondusif, pertemuan pada hari ini dinyatakan ditunda,” demikian kutipan penjelasan FSMMP dalam surat undangan yang diterima tiiruu.com

 

Sebagai tindak lanjut, FSMMP mengundang mahasiswa dan masyarakat Kimaam untuk menghadiri pertemuan lanjutan yang akan digelar pada Senin (26/1/2026) pukul 16.00 WIT di Jalan Brawijaya, Ruko Praktik dr.Domin Chambu, Merauke. Pertemuan tersebut diagendakan untuk pembentukan perangkat aksi.

 

Menurut FSMMP, pertemuan ini dimaksudkan sebagai ruang konsolidasi bersama guna merespons situasi yang tengah terjadi secara kolektif, terorganisir, dan bertanggung jawab.

 

“Ini adalah upaya menyatukan sikap dan langkah mahasiswa serta masyarakat dalam memperjuangkan nilai keadilan, suara kenabian, dan kemanusiaan,” tulis forum tersebut.

 

FSMMP menegaskan bahwa undangan ini bersifat khusus bagi mahasiswa dan masyarakat Kimaam. Sementara itu, untuk umat Katolik di Papua Selatan secara umum, forum menyatakan akan menyampaikan pemberitahuan lanjutan terkait rencana aksi turun jalan dalam waktu dekat.

 

Chambu, menyatakan konsolidasi ini menjadi penting di tengah krisis kepercayaan terhadap otoritas Gereja akibat kebijakan yang dinilai mencederai rasa keadilan umat.

 

“Hingga berita ini diturunkan, situasi di Merauke masih dipantau menyusul penangkapan sejumlah peserta aksi bisu di depan Gereja Katedral pada Minggu pagi”katanya.