Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Dari Sinak, Alliance Women Ester Papua Ajak Masyarakat Gelar Doa dan Puasa...

Dari Sinak, Alliance Women Ester Papua Ajak Masyarakat Gelar Doa dan Puasa untuk Pemulihan Papua 

328
0
Sebuah baliho bertema “Doa Ratapan Mohon Pemulihan Bangsa Papua” dipasang di Lapangan Trikora Sinak, Kabupaten Puncak, Senin (11/5).

SINAK,tiiruu.com – Sebuah baliho bertema “Doa Ratapan Mohon Pemulihan Bangsa Papua” dipasang di Lapangan Trikora Sinak, Kabupaten Puncak, Senin (11/5).

Kegiatan rohani tersebut digagas oleh Alliance Women Ester Papua (AWEP) sebagai ajakan kepada masyarakat Papua untuk bersatu dalam doa dan puasa demi pemulihan tanah Papua.

Ketua Panitia, Eka Kristina Murib Yeimo yang juga anggota DPD RI, mengatakan kegiatan doa dan puasa itu rutin dilaksanakan setiap tahun dengan terinspirasi dari kisah Ester dalam Alkitab yang berdoa demi keselamatan bangsanya.

“Kegiatan doa puasa ini kami lakukan setiap tahun sekali. Semangat kegiatan ini lahir dari kisah Ester yang berdoa untuk menyelamatkan bangsanya,” ujarnya.

Menurut Eka, Papua saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang membutuhkan persatuan hati serta kekuatan doa dari seluruh masyarakat Papua, baik yang berada di tanah Papua maupun di luar daerah dan luar negeri.

Ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengambil bagian dalam doa dan puasa bersama yang akan berlangsung pada 29 hingga 31 Mei 2026.

“Kami percaya dengan melakukan doa dan puasa, Bangsa Papua akan dipulihkan dari berbagai masalah. Karena itu kami mengajak seluruh orang Papua di mana pun berada untuk mengambil waktu berdoa dan berpuasa bagi pemulihan diri, keluarga, dan bangsa,” katanya.

Dalam ajakannya, Eka juga menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap kondisi Papua saat ini. Ia berharap momentum doa dan puasa dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan iman bagi masyarakat.

“Kapan lagi kalau bukan sekarang. Siapa lagi kalau bukan ko dengan saya. Jangan tunggu sampai langit terbelah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Tuhan diyakini telah mendengar jeritan masyarakat Papua, sehingga masyarakat diminta merendahkan diri dan bersatu hati menantikan pertolongan Tuhan.

“Tuhan telah memperhatikan kesengsaraan umat-Nya di Papua dan mendengar teriakan Bangsa Papua. Inilah saatnya rendahkan diri dan satukan hati, maka pertolongan Tuhan akan datang,” tutupnya dengan salam damai. (*).