Beranda OLAHRAGA Dispora Papua Pegunungan Perkuat Peran Guru Olahraga Lewat Pelatihan

Dispora Papua Pegunungan Perkuat Peran Guru Olahraga Lewat Pelatihan

178
0
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Papua Pegunungan menggelar pelatihan penyegaran kepada guru olahraga di Pegunungan. Kegiatan berlangsung di aula Silimo Siloam Wamena, Jumat (20/02/2026.

WAMENA,tiiruu.comDinas Kepemudaan dan Olahraga Papua Pegunungan menggelar pelatihan penyegaran bagi guru olahraga sebagai langkah awal penguatan pembinaan prestasi olahraga di Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Silimo Siloam, Wamena, Jumat (20/2/2026).

Pelaksana Tugas Kepala Dispora Papua Pegunungan, Timotius Matuan, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan ini bertujuan mendorong peran guru olahraga agar tidak hanya fokus pada pembelajaran teori, tetapi juga aktif membentuk klub olahraga di lingkungan sekolah.

“Dengan adanya klub olahraga, kami di Dispora dapat melihat langsung potensi adik-adik yang berbakat untuk kemudian disiapkan mengikuti Kejuaraan Nasional, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), maupun event nasional lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan kuota dua cabang olahraga bagi Papua Pegunungan untuk berlaga pada ajang POPNAS. Oleh karena itu, proses seleksi atlet akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Usai pelatihan penyegaran tersebut, Dispora Papua Pegunungan juga akan melaksanakan seleksi serta penataran pelatih bagi guru olahraga dan pemuda-pemudi yang memiliki minat dan panggilan untuk menjadi pelatih. Seleksi ini diprioritaskan bagi mereka yang telah memiliki dan mengelola klub olahraga.

“Tujuannya agar para pelatih bisa memperdalam kemampuan kepelatihan dan memperoleh lisensi resmi. Dengan adanya kuota POPNAS dua cabang olahraga, kami mendorong klub-klub olahraga agar pelatihnya memiliki lisensi yang memadai,” kata Timotius.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Provinsi Papua, Prof. Dr. Saharuddin Ita, M.Kes., AIFO, menegaskan bahwa penguatan kapasitas guru olahraga merupakan langkah krusial, mengingat Papua Pegunungan kini telah berdiri sebagai provinsi sendiri dan wajib mengikuti seleksi Pra-POPNAS.

“Guru olahraga adalah ujung tombak pembinaan. Mereka yang mengetahui secara langsung anak-anak yang berbakat dan berpotensi menjadi atlet masa depan Papua Pegunungan. Kegiatan hari ini sejatinya mengusung tema revolusi gerak untuk memberdayakan anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Prof. Saharuddin berharap, melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, Papua Pegunungan mampu menjadi salah satu kiblat olahraga di Tanah Papua serta memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional.

“Saya berharap Papua Pegunungan dapat menciptakan kekuatan olahraga yang kompetitif dan berprestasi di tingkat Indonesia secara umum,” pungkasnya. (*)