Beranda LINGKUNGAN WALHI Papua dan KOMANDAN Deiyai Bongkar Ancaman Danau Tigi, Dorong Perlindungan Lewat...

WALHI Papua dan KOMANDAN Deiyai Bongkar Ancaman Danau Tigi, Dorong Perlindungan Lewat Kebijakan Daerah

558
0

DEIYAI, Tiiruu.com — Ancaman terhadap lingkungan di Kabupaten Deiyai mulai mendapat perhatian serius. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua bersama Komunitas Anak Danau (KOMANDAN) Deiyai membangun kolaborasi untuk memantau dan mengkaji berbagai persoalan lingkungan, termasuk pendangkalan danau serta kebakaran hutan yang terjadi di sekitar wilayah Deiyai.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan WALHI Papua bersama KOMANDAN Deiyai pada Rabu (23/9/2026) di Kabupaten Deiyai.

Direktur WALHI Papua, Mus Peuki, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi dan pemantauan lapangan terkait berbagai persoalan lingkungan di Deiyai.

“Kami dari WALHI Papua sedang melakukan investigasi dan pemantauan lapangan terkait pendangkalan danau serta kebakaran hutan yang berada di sekitar Kabupaten Deiyai. Kami juga sudah mulai mengambil data dan bertemu dengan masyarakat serta komunitas untuk mengetahui dampak yang sedang terjadi,” ujar Mus.

Menurutnya, WALHI Papua tidak hanya mengumpulkan data lapangan, tetapi juga membuka ruang dialog bersama masyarakat dan komunitas lokal, termasuk KOMANDAN Deiyai.

Mus menilai keberadaan KOMANDAN menjadi bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan karena komunitas tersebut lahir dari kepedulian anak-anak negeri terhadap tanah dan lingkungan di Kabupaten Deiyai.

“Saat ini kami juga sudah bertemu dengan KOMANDAN. Mereka luar biasa. Mereka adalah anak-anak negeri yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tanah, dan masyarakat di Kabupaten Deiyai,” katanya.

WALHI Siapkan Data, Pemda dan DPRD Akan Diajak Berdiskusi

Mus mengatakan hasil investigasi lapangan WALHI Papua nantinya akan dianalisis dan disusun menjadi dokumen serta data yang dapat menjadi bahan pembahasan bersama berbagai pihak di Kabupaten Deiyai.
Pihak yang akan diajak berdiskusi antara lain pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta komunitas lingkungan.

“Hasil investigasi kita akan dianalisis dan dibuat menjadi dokumen dan data. Setelah itu kita akan berdiskusi dengan beberapa pihak yang ada di Kabupaten Deiyai, baik pemerintah, DPR, tokoh adat, tokoh masyarakat maupun komunitas,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Deiyai untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Danau adalah mama yang memberikan kehidupan bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Deiyai. Karena itu kita semua harus menjaganya,” tegas Mus.

KOMANDAN Dorong Perlindungan Danau Tigi Lewat Kebijakan Daerah

Penanggung Jawab KOMANDAN Deiyai, Andreas Yeimo, mengapresiasi kunjungan WALHI Papua. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya ekosistem Danau Tigi.

“Kami mengapresiasi kunjungan WALHI Papua ke Deiyai. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berdiskusi dan membangun kerja sama dalam upaya menjaga lingkungan dan Danau Tigi,” ujar Andreas.

Andreas mengatakan KOMANDAN ingin membangun gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, pemuda, pemerintah daerah, serta organisasi lingkungan.

Menurutnya, persoalan Danau Tigi tidak cukup hanya dibicarakan melalui kegiatan seremonial. Dibutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan, mulai dari edukasi lingkungan, penghijauan, pembersihan kawasan danau, pendataan persoalan lingkungan hingga mendorong lahirnya kebijakan daerah yang memberikan perlindungan terhadap Danau Tigi.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret. Danau Tigi bukan hanya tempat wisata, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dijaga untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” katanya.

KOMANDAN: Perlindungan Danau Harus Libatkan Masyarakat

KOMANDAN Deiyai juga mendorong agar masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap pembahasan mengenai pengelolaan dan perlindungan Danau Tigi.

Andreas menegaskan, kolaborasi dengan WALHI Papua diharapkan dapat memperkuat perjuangan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong perhatian pemerintah terhadap persoalan ekologis di Deiyai.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran bersama bahwa menjaga Danau Tigi adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Andreas.

Pertemuan WALHI Papua dan KOMANDAN Deiyai tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama antara organisasi lingkungan dan komunitas lokal.

Data hasil pemantauan lapangan selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar untuk membuka pembahasan yang lebih luas bersama pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, masyarakat dan kelompok lingkungan mengenai masa depan ekosistem Danau Tigi.