Beranda EKONOMI HIPMI Dogiyai Fasilitasi Petani Kopi Arabika Promosikan Tiga Produk Lokal di Festival...

HIPMI Dogiyai Fasilitasi Petani Kopi Arabika Promosikan Tiga Produk Lokal di Festival Kopi Nabire

133
0

NABIRE, TIIRUU.COM — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Dogiyai bersama Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pertanian, Bidang Perkebunan, memfasilitasi petani kopi Arabika Dogiyai untuk mengikuti Festival Kopi di Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Ketua BPC HIPMI Kabupaten Dogiyai, Martinus Dogomo, mengatakan keikutsertaan petani kopi dalam festival tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kopi lokal Dogiyai sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

“Tiga produk kopi yang dibawa dalam festival ini ialah Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Idakeko. Ketiganya merupakan produk lokal yang diperkenalkan kepada masyarakat, pelaku usaha, dan pencinta kopi di Papua Tengah. Melalui Festival Kopi ini, kami ingin memperkenalkan produk kopi Arabika Dogiyai kepada masyarakat luas. Kami berharap Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Idakeko semakin dikenal serta memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas,” kata Martinus Dogomo kepada tiiruu.com, Kamis (29/10/2026).

Menurut Martinus, keterlibatan petani kopi dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memamerkan produk, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun jaringan usaha dan mempertemukan petani dengan berbagai pihak yang bergerak di sektor perkebunan dan perdagangan kopi.

Produk yang ditampilkan mencakup green beans atau biji kopi hijau, kopi sangrai (*roasted coffee), kopi bubuk, serta kopi seduh yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung festival.

Keberagaman produk tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi pengolahan kopi Arabika Dogiyai, mulai dari bahan baku hingga produk siap konsumsi yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Martinus menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, HIPMI, dan petani merupakan bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi petani untuk memperluas pemasaran dan membangun kerja sama dengan pelaku usaha.

Ia juga berharap promosi melalui festival dapat mendorong perhatian lebih besar terhadap pengembangan kopi Dogiyai, termasuk peningkatan kualitas produksi, pengolahan pascapanen, pengemasan, dan penguatan identitas produk lokal.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada promosi di festival saja. Ke depan, perlu ada kerja sama berkelanjutan agar petani kopi mendapatkan akses pasar yang lebih baik dan hasil perkebunan mereka memiliki nilai ekonomi yang semakin meningkat,” ujar Martinus.

Menurutnya, pengembangan kopi lokal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar potensi perkebunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama petani yang menjadi bagian utama dalam proses produksi.

 

Dogomo mengatakan, sinergi antara Dinas Pertanian melalui Bidang Perkebunan, BPC HIPMI Dogiyai, dan kelompok petani diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat usaha kopi lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.

“Melalui partisipasi dalam Festival Kopi di Nabire, Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Idakeko diharapkan semakin dikenal sebagai produk kopi Arabika asal Dogiyai yang berpotensi berkembang di pasar regional hingga nasional,”katanya.