Nabire, tiiruu.com – Kepala Distrik Agisiga, Yusak Zujau S.Th, mengatakan, Pemerintah Distrik Agisiga menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat distrik (MUSDIS) yang berlangsung di Kampung Nabia, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, pada Kamis (11/04/2025). MUSDIS menjadi forum penting dalam menyatukan pandangan antara pemerintah dan masyarakat guna menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan local.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring informasi, membahas, serta menyepakati usulan program prioritas pembangunan dari 10 kampung yang berada di wilayah Distrik Agisiga,”katanya kepada tiiruu.com, Selasa (15/4/2025).
Zujau mengatakan, musyawarah tersebut dihadiri oleh para kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pihak gereja, serta unsur masyarakat lainnya.
“Peserta diberi ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di kampung masing-masing dan menentukan usulan program prioritas yang akan disampaikan ke tingkat kabupaten melalui badan perencanaan daerah,”katanya.
Zujau dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara pikiran dan gagasan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat dan para tokoh untuk mengadvokasi serta menyampaikan pendapat maupun usulan secara terbuka dan bertanggung jawab”
Zujau mengatakan, pembangunan tidak bisa hanya datang dari atas, tetapi harus lahir dari suara dan kebutuhan warga itu sendiri. Forum MUSDIS ini adalah wadah resmi untuk menyalurkan aspirasi.
“Jika kita semua terlibat, maka bantuan atau program yang diberikan akan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi kampung-kampung di Distrik Agisiga,” ungkapnya
Zujau mengatakan, dari sisi lembaga keagamaan, Anas Waker yang mewakili pihak gereja memberikan pandangan mengenai pentingnya pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial, pendidikan, dan rohani masyarakat.
“Program pembangunan harus diawali dengan perencanaan yang terarah, cermat, dan terukur. Tidak hanya soal jalan atau bangunan, tetapi juga bagaimana pembangunan ini menyentuh hati masyarakat, menjawab kebutuhan anak-anak muda, perempuan, dan keluarga-keluarga yang tinggal di kampung.”
Musyawarah ini menjadi ruang suci untuk menyuarakan hal-hal yang sering luput dari perhatian kampung kampung selama ini.
Sementara itu, tokoh pemuda Distrik Agisiga, Minus Numang, menyampaikan bahwa suara generasi muda perlu mendapat tempat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia menekankan bahwa anak muda bukan hanya objek pembangunan, melainkan harus menjadi bagian dari solusi.
“Kami dari kalangan pemuda ingin agar aspirasi kami juga didengar. Banyak anak muda di kampung-kampung yang punya potensi, tapi kurang fasilitas dan perhatian,”katanya.
Numang mengatakan di forum seperti ini, pihaknya berharap agar pemerintah melihat bahwa pendidikan, pelatihan keterampilan, dan peluang kerja adalah hal yang penting untuk diprioritaskan.
“Kami siap mendukung pembangunan, asal kami juga dilibatkan,” ujar Minus dengan penuh semangat.
Reporter : Admin
Editor : Admin









































