Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Bupati Melkianus Mote Tinjau Pekerjaan Fisik Pihak Ketiga, Tekankan Tepat Waktu dan...

Bupati Melkianus Mote Tinjau Pekerjaan Fisik Pihak Ketiga, Tekankan Tepat Waktu dan Kualitas Maksimal

257
0

Deiyai, tiiruu.com – Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, menggelar pertemuan review hasil pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh pihak ketiga pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIT di Aula Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Deiyai.

 

Mote mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengetahui secara langsung progres pelaksanaan pembangunan fisik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

 

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Deiyai, Inspektur Daerah, Kepala BPKAD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bagian ULPBJ Setda Deiyai, seluruh kepala OPD yang memiliki kegiatan fisik, serta para kontraktor dan konsultan pengawas.

 

Dalam forum tersebut, Mote menyampaikan sejumlah pertanyaan tegas kepada para pelaksana kegiatan.

 

“Saya meminta penjelasan terkait persentase penyelesaian setiap paket pekerjaan dan kesesuaiannya dengan jadwal kontrak, kendala utama yang menyebabkan keterlambatan maupun penurunan kualitas pekerjaan, realisasi penggunaan anggaran, serta rencana tindak lanjut yang akan dilakukan,”katanya.

 

Mote juga menekankan pentingnya kualitas hasil pekerjaan yang harus sesuai dengan standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan sejak awal.

 

“Pembangunan yang kita lakukan bukan hanya soal mengejar target kuantitas, tetapi bagaimana setiap proyek benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Deiyai,” ujarnya.

 

Mote mengatakan, dari hasil review yang dilakukan, ditemukan bahwa beberapa proyek pembangunan fisik, termasuk pembangunan kantor dinas dan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Deiyai, mengalami keterlambatan atau tidak sesuai dengan rentang waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.

 

“Kami sudah menemukan tadi bahwa kendala pasokan material dan akses menuju lokasi proyek menjadi faktor utama penyebab keterlambatan tersebut,”katanya.

 

 

Menanggapi temuan itu, Mote menegaskan agar seluruh pihak menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi serius.

 

“Saya meminta perencanaan dan pengelolaan proyek ke depan dilakukan lebih matang, terutama untuk pembangunan kantor pemerintahan dan infrastruktur jalan yang dinilai sangat krusial bagi pelayanan publik dan mobilitas masyarakat,”katanya.

 

Mote mengingatkan agar pekerjaan selanjutnya tidak boleh lagi ada keterlambatan harus diselesaikan tepat waktu.

 

“Keterlambatan tidak boleh terus berulang. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar pekerjaan selanjutnya dapat selesai tepat waktu dan berkualitas,” tegasnya.

 

Mote berharap juga seluruh pelaksanaan pekerjaan fisik di Kabupaten Deiyai dapat diselesaikan sesuai jadwal, dengan kualitas yang memenuhi standar nasional, transparan, dan akuntabel.

 

“Saya juga meminta adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara OPD, kontraktor, dan konsultan pengawas agar setiap kendala dapat segera diatasi,”katanya.

 

Mote menambahkan, hasil pembangunan yang dikerjakan dengan baik diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Deiyai secara berkelanjutan.

 

“Saya harap agar koordinasi dan komunikasi terus digencarkan supaya kita benar benar kita melayani masyarakat tidak hanya secara administratif tapi secara kualitas juga terukur,”katanya. (*)