Beranda RELIGI Uskup Jayapura Umumkan Wafatnya Pastor Prof. Dr. Nico Syukur Dister, OFM

Uskup Jayapura Umumkan Wafatnya Pastor Prof. Dr. Nico Syukur Dister, OFM

273
0

Nabire, tiiruu.com – Kabar duka menyelimuti umat Katolik di Tanah Papua. Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Matopai You, secara resmi mengumumkan wafatnya Pastor Prof. Dr. Nico Syukur Dister, OFM, pada Sabtu, 11 April 2026.

 

Dalam pernyataannya, Uskup Yanuarius menyampaikan bahwa almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit sejak malam Paskah. Kondisinya dilaporkan sempat membaik dan bahkan direncanakan untuk kembali ke rumah pada hari yang sama. Namun, kehendak berkata lain.

 

“Sejak malam Paskah beliau masuk rumah sakit. Keadaannya membaik dan direncanakan pulang hari ini. Ternyata beliau pulang ke rumah Bapa di surga,” ujar Uskup Yanuarius.

 

Uskup Jayapura itu juga mengajak seluruh umat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan. “Semoga Nico beristirahat dalam damai Tuhan,” katanya.

 

Kepergian Pastor Nico Syukur Dister meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi umat Katolik dan masyarakat Papua yang mengenalnya sebagai sosok rohaniwan, intelektual, sekaligus misionaris yang berdedikasi tinggi. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan setia dalam panggilan hidupnya sebagai seorang Fransiskan.

 

Sejumlah kalangan mengenang almarhum bukan hanya sebagai imam, tetapi juga sebagai guru bangsa yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran teologi dan pendidikan di Indonesia, khususnya di Papua. Dedikasinya dalam pelayanan pastoral dan pengabdian kepada umat disebut telah memberikan dampak luas bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.

 

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak. Banyak yang menyebut Pastor Nico sebagai “pembawa terang” di Tanah Papua—sosok yang menghadirkan kasih, ilmu, dan harapan bagi banyak orang.

 

“Beliau bukan sekadar rohaniwan, tetapi lentera ilmu dan kasih bagi kami semua di Tanah Papua,” ungkap salah satu umat dalam pernyataan duka.

 

Selain dikenal luas melalui karya-karya akademiknya, Pastor Nico juga dikenang karena kerendahan hati dan kedekatannya dengan umat. Nilai-nilai Fransiskan yang ia hidupi menjadi teladan nyata dalam pelayanan sehari-hari.

 

Kepergian Pastor Nico menjadi kehilangan besar bagi Gereja Katolik dan masyarakat luas. Namun, warisan iman, ilmu, dan kasih yang ia tinggalkan diyakini akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

 

“Terima kasih, Pastor Nico, untuk cinta yang tanpa batas, untuk setiap tetes keringat dalam pelayanan, dan untuk ilmu yang telah memanusiakan kami semua,” demikian ungkapan penghormatan yang disampaikan umat.

 

Selamat jalan, Pastor Prof. Dr. Nico Syukur Dister, OFM. Semoga beristirahat dalam damai abadi.