Beranda OLAHRAGA Persiapan Liga 4 Papua Pegunungan Capai 90%, Panitia Tunggu 3 Klub Lengkapi...

Persiapan Liga 4 Papua Pegunungan Capai 90%, Panitia Tunggu 3 Klub Lengkapi Pendaftaran

328
0

WAMENA,tiiruu.com – Persiapan pelaksanaan Liga 4 Papua Pegunungan kini telah memasuki tahap akhir. Panitia memastikan seluruh aspek penting, baik administrasi maupun kesiapan fisik, hampir sepenuhnya rampung.

Sekretaris Umum PSSI Papua Pegunungan sekaligus Ketua Panitia Liga 4, Hesri Y. Purun, mengatakan hingga saat ini progres persiapan telah mencapai 90 persen.

“Secara administrasi dan fisik, pekerjaan sudah kami selesaikan hampir seluruhnya. Pekerjaan-pekerjaan berat sudah dilewati. Sekarang kami hanya menunggu screening terakhir,” ujar Purun di Wamena, Jumat, (06/02/2026).

Ia menjelaskan, tahapan lanjutan akan segera dilakukan, dimulai dengan Match Coordination Meeting (MCM) pertama pada 7 Februari, disusul MCM kedua pada 12 Februari. Sementara itu, kick off Liga 4 Papua Pegunungan dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026.

“Kick off pertama akan mempertemukan Persipura All Star melawan Persiwa, sebagai laga pembuka,” tambahnya.

Hingga saat ini, sembilan klub telah resmi mendaftar dan dinyatakan siap mengikuti kompetisi. Panitia mencatat masih terdapat tiga klub yang belum menyelesaikan proses pendaftaran, yakni Persindug, Lapago, dan Bumi Baliem.

Purun berharap ketiga klub tersebut dapat segera melengkapi seluruh persyaratan agar Liga 4 dapat diikuti secara maksimal oleh seluruh tim yang direncanakan.

“Kami berharap tiga tim yang tersisa segera mendaftar. Liga ini adalah ruang pembinaan sepak bola di Papua Pegunungan, jadi partisipasi semua tim sangat penting,” katanya.

Adapun klub-klub yang telah resmi terdaftar dalam Liga 4 Papua Pegunungan 2026 adalah: Pamek FC, Mamteng FC, Persigubin FC  Wamena United FC, Persilany FC, Persiyali FC, Persikimo FC, Toli FC, Ketengban FC.

Lebih lanjut, Purun juga mengajak masyarakat dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan untuk turut mendukung tim masing-masing secara profesional, damai, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Liga ini bukan hanya soal pertandingan, tapi juga tentang persaudaraan, pembinaan atlet muda, dan kebangkitan sepak bola Papua Pegunungan,” pungkasnya, (*).