Beranda PAPUA PEGUNUNGAN Lelah Dengan Konflik, Pemuda Jayawijaya Desak Pemkab Lanny Jaya Segera Bertangungjawab,...

Lelah Dengan Konflik, Pemuda Jayawijaya Desak Pemkab Lanny Jaya Segera Bertangungjawab, Wamena Bukan Tempat Perang!

984
0
Ilustrasi

WAMENA,tiiruu.com – Pemuda Kabupaten Jayawijaya menyuarakan keprihatinan serius terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang belakangan terganggu akibat konflik antarwarga yang dibawa dari luar daerah, khususnya dari Kabupaten Lanny Jaya.

Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Lanny Jaya, Ketua KNPI Jayawijaya, Hengky Hilapok, menegaskan bahwa Jayawijaya dengan pusat aktivitasnya di Wamena merupakan jantung ibu kota Provinsi Papua Pegunungan sekaligus rumah bersama bagi berbagai suku di wilayah Lapago.

“Jayawijaya adalah pusat pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi. Bukan lapangan perang suku. Konflik adat atau persoalan internal kabupaten lain tidak boleh dibawa dan berkembang di Wamena,” tegas Hengky dalam pernyataannya.Senin,(16/02/2026).

Pemuda Jayawijaya menilai, konflik yang terjadi merupakan persoalan internal tingkat desa dan pemerintahan di Lanny Jaya yang seharusnya diselesaikan di wilayah asalnya. Mereka menyayangkan belum adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, meskipun pertikaian disebut telah berlangsung sejak Jumat, 13 Februari 2026.

“Jika dibiarkan, konflik ini berpotensi berkembang menjadi sentimen yang lebih luas dan mengancam persaudaraan antarwilayah,” ujarnya.

Dalam sikap resminya, Pemuda Jayawijaya juga meminta Kapolres dan Dandim setempat bertindak tegas. Mereka menegaskan bahwa persoalan yang tidak berkaitan langsung dengan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak boleh tumbuh subur dan mengganggu rasa aman masyarakat.

Menurut Hengky, masyarakat Jayawijaya berhak hidup dengan tenang tanpa rasa takut terhadap dampak konflik yang bukan berasal dari wilayahnya.

Ia menekankan bahwa Jayawijaya adalah “lapangan perang pendidikan”, tempat anak-anak muda Papua membangun masa depan, bukan arena pertikaian antar-suku.

Di akhir pernyataannya, Pemuda Jayawijaya berharap Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya segera mengambil langkah nyata untuk meredam konflik di wilayahnya sendiri. Mereka mengingatkan bahwa gesekan semacam ini hanya akan merusak ikatan persaudaraan yang telah lama terjalin di tanah Lapago.

“Suku makan suku bukanlah jalan keluar. Kami sudah lelah dengan konflik. Saatnya pemerintah hadir dan bertindak,” tutup Hengky Hilapok.(*).