Nabire, tiiruu.com — Pengurus Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Papua Tengah melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah di Nabire, Selasa (7/4/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIT di ruang kerja Kepala Dinas itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan.
Ketua Umum Komda Pemuda Katolik Papua Tengah, Tino Mote mengatakan audiensi tersebut menjadi langkah awal membangun sinergi konkret dalam mendukung pembangunan sektor peternakan dan perkebunan di Papua Tengah.
“Kami menyambut baik keterbukaan dari Dinas Peternakan dan Perkebunan untuk berkolaborasi dengan Pemuda Katolik, baik melalui diskusi publik, seminar, maupun kegiatan lainnya,” ujar Mote.
Mote menjelaskan, dalam pertemuan itu, pihak dinas menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam agenda-agenda Pemuda Katolik apabila dibutuhkan.
“Dinas juga membuka peluang pelatihan dan pembinaan bagi anggota Pemuda Katolik, khususnya dalam bidang kesehatan hewan dan pengembangan peternakan,”katanya.
Menurut Mote, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah drh. Rafael Heri Nugroho, S.Kh menyampaikan bahwa sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang relatif baru, mereka saat ini tengah fokus membangun kawasan peternakan serta unit pelaksana teknis daerah (UPTD).
Rafael mengatakan pihaknya mendorong keterlibatan Pemuda Katolik dalam program prioritas pemerintah provinsi, termasuk rencana penanaman satu juta pohon kopi di Papua Tengah. Dalam program tersebut, Pemuda Katolik didorong untuk berpartisipasi dengan menyediakan lahan serta mengelola kebun kopi secara berkelanjutan.
“Pemerintah provinsi saat ini berkonsentrasi pada pengembangan satu juta pohon kopi. Kami membuka ruang bagi Pemuda Katolik untuk terlibat langsung, baik dalam penyediaan lahan maupun pengelolaan,” katanya.
Lebih lanjut, kedua pihak sepakat bahwa masih banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Koordinasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tino menambahkan, Pemuda Katolik siap mengambil peran dalam mendukung program pemerintah daerah, selama ruang koordinasi tetap terbuka.
“Sepanjang bisa dikoordinasikan dengan baik, kami siap bersinergi demi kemajuan Papua Tengah,” ujarnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Tengah.









































