Nabire, tiiruu.com — Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cenderawasih (MPM UNCEN) melalui Sekretaris Jenderalnya, Fabianus Gobai, menyampaikan kecaman keras atas peristiwa pengeboman yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Yahukimo.
“Insiden tersebut disebut telah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal, serta menimbulkan jatuhnya korban dari kalangan sipil,” katanya kepada tiiruu.com, Kamis (27/11/2025).
Gobai menilai bahwa aksi pengeboman terhadap wilayah pemukiman dan kampung masyarakat adat merupakan pelanggaran serius terhadap kemanusiaan.
“Perlu saya tegaskan bahwa segala bentuk kekerasan yang menyasar masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, ” katanya.
Gobai mengatakan melalui pernyataan resmi tersebut, MPM UNCEN menegaskan lima poin sikap atas pelanggaran terhadap kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo.
“Kami Mengecam keras pengeboman di Yahukimo, karena dinilai mencederai prinsip kemanusiaan dan memperparah penderitaan masyarakat Papua, “katanya.
Pihaknya Mendesak penarikan pasukan militer dari wilayah pemukiman warga sipil untuk menghentikan eskalasi kekerasan dan memulihkan rasa aman.
“Kami menuntut pengungkapan para pelaku kekerasan, termasuk dugaan pelaku pengeboman maupun pihak lain yang melakukan serangan terhadap warga, melalui investigasi independen dan transparan,” katanya.
Gobai meminta agar negara menjamin perlindungan maksimal bagi masyarakat Yahukimo, termasuk layanan medis, dukungan psikologis, tempat tinggal darurat, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Kami menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, bukan melalui operasi bersenjata,” katanya.
MPM UNCEN menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama masyarakat Yahukimo dan rakyat Papua yang mendambakan kedamaian, keamanan, serta kehidupan yang bebas dari kekerasan.










































