Beranda ADVERTORIAL Kadinkes Deiyai Lakukan Kunjungan Perdana ke RSUD, Soroti Disiplin Tenaga dan Fungsionalisasi...

Kadinkes Deiyai Lakukan Kunjungan Perdana ke RSUD, Soroti Disiplin Tenaga dan Fungsionalisasi Layanan

477
0

DEIYAI, tiiruu.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina R. Mote, S.KM, melakukan kunjungan kerja perdana ke RSUD Kabupaten Deiyai, Selasa (27/1/2026). Kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Simson R. Mote, empat kepala bidang, serta para kepala seksi.

 

Dalam kunjungan itu, Fransina Rumbiak Mote meninjau langsung kondisi pelayanan rumah sakit, mulai dari kehadiran tenaga kesehatan, pemanfaatan gedung pelayanan, hingga penggunaan alat kesehatan. Ia mengaku prihatin setelah melihat secara langsung kondisi di lapangan.

 

“Ini menjadi keprihatinan utama setelah melihat langsung di lapangan. Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Fransina kepada tiiruu.com di Wagete, Selasa (27/1/2026).

 

Ia menilai masih banyak persoalan mendasar yang harus segera dibenahi, di antaranya rendahnya kehadiran tenaga kesehatan, gedung pelayanan yang belum difungsikan secara optimal, serta alat kesehatan yang tersedia tetapi tidak dimanfaatkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, saat melakukan kunjungan ke RSUD Deiyai - Doc. Humas Pemkab Deiyai
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, saat melakukan kunjungan ke RSUD Deiyai – Doc. Humas Pemkab Deiyai

Berangkat dari kondisi tersebut, Fransina menegaskan lima poin utama yang menjadi sikap dan harapan ke depan untuk menghidupkan kembali pelayanan di RSUD Kabupaten Deiyai.

 

Pertama, penertiban dan penegasan disiplin tenaga kesehatan. Kehadiran tenaga disebut sebagai kunci utama pelayanan rumah sakit.

 

Menurut Fransina, perlu dilakukan pendataan ulang terhadap tenaga yang aktif dan tidak aktif, penegakan disiplin ASN maupun non-ASN sesuai aturan, serta pembagian tugas yang jelas.

 

“Tenaga yang tidak menjalankan kewajibannya harus dievaluasi, sementara tenaga yang loyal dan mau bekerja perlu diberikan dukungan dan perlindungan,” katanya.

 

Kedua, aktivasi gedung pelayanan yang telah dibangun. Fransina menegaskan gedung yang dibangun dengan anggaran negara tidak boleh dibiarkan kosong.

Ia berharap dilakukan pemetaan fungsi setiap gedung dan pengaktifan kembali secara bertahap, dengan prioritas pada pelayanan dasar seperti IGD, rawat inap, ruang bersalin, laboratorium, dan farmasi. Gedung yang belum dapat difungsikan penuh tetap harus dijaga dan dirawat agar tidak rusak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, saat melakukan kunjungan ke RSUD Deiyai - Doc. Humas Pemkab Deiyai
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM, saat melakukan kunjungan ke RSUD Deiyai – Doc. Humas Pemkab Deiyai

Ketiga, inventarisasi dan optimalisasi alat kesehatan. Seluruh alat kesehatan yang tersedia perlu didata ulang untuk mengetahui kondisi layak pakai, rusak ringan, maupun rusak berat. Alat yang masih berfungsi harus segera dimanfaatkan dengan menyesuaikan ketersediaan sumber daya manusia pendukung.

“Jangan sampai alat ada, tetapi tidak digunakan karena tidak ada penanggung jawab,” ujarnya.

 

Keempat, penguatan manajemen dan kepemimpinan rumah sakit. Menurut Fransina, rumah sakit membutuhkan manajemen yang hadir, tegas, dan bertanggung jawab. Penataan jadwal kerja, sistem pengawasan, serta evaluasi rutin harus dijalankan secara konsisten. Kepemimpinan yang kuat dinilai mampu menggerakkan tenaga, menghidupkan fasilitas, dan mengubah budaya kerja.

 

Kelima, membangun kembali kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan ketika tenaga kesehatan hadir, gedung pelayanan aktif, dan alat kesehatan berfungsi, maka kepercayaan masyarakat akan kembali tumbuh dan masyarakat mau berobat ke RSUD.

 

“Intinya, kita ingin menghidupkan kembali RSUD Kabupaten Deiyai dari dalam: manusianya bekerja, gedungnya berfungsi, alatnya digunakan, dan pelayanannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Fransina.