Beranda ADVERTORIAL Lusiver Papua Gelar “Februari Bergerak, Maret Melawan” Sambut Hari Perempuan Internasional

Lusiver Papua Gelar “Februari Bergerak, Maret Melawan” Sambut Hari Perempuan Internasional

358
0

Nabire, tiiruu.com – Lingkar Studi Revolusioner Papua (Lusiver Papua) menggelar rangkaian diskusi mingguan bertajuk “Februari Bergerak, Maret Melawan” sebagai bagian dari agenda menyambut Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret.

 

Rangkaian diskusi ini dijadwalkan berlangsung sepanjang Februari 2026 dengan mengangkat tema-tema kritis terkait perjuangan perempuan, gerakan rakyat Papua, militerisme, hingga peran lembaga sosial dan keagamaan dalam konteks penindasan struktural di Papua.

 

Penanggung jawab kegiatan, Jefri Wenda, mengatakan bahwa agenda ini merupakan upaya membangun kesadaran politik kritis sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam perjuangan pembebasan Papua.

 

“Agenda Februari Bergerak, Maret Melawan kami rancang sebagai ruang belajar dan konsolidasi ideologis. Perjuangan perempuan Papua tidak bisa dipisahkan dari perjuangan pembebasan nasional,” kata Jefri kepada tiiruu.com, Senin (2/2/2026).

 

Wenda menegaskan, diskusi ini terbuka bagi mahasiswa, pemuda, aktivis perempuan, serta masyarakat umum yang ingin terlibat dalam gerakan kritis di Papua.

 

Menurut Wenda, rangkaian diskusi ini juga menegaskan posisi politik Lusiver Papua yang berpandangan bahwa ketidakadilan struktural di Papua berdampak langsung pada perempuan, baik melalui kebijakan pembangunan, operasi militer, maupun eksploitasi sumber daya alam.

 

“Tidak ada pembebasan nasional tanpa pembebasan perempuan. Ini bukan sekadar slogan, tetapi realitas perjuangan. Perempuan Papua menjadi kelompok paling rentan dalam situasi konflik dan kolonialisme,” ujarnya.

 

Berdasarkan poster resmi yang dirilis Lusiver Papua, rangkaian diskusi ini dibagi dalam empat tema utama setiap minggu. Pada Minggu pertama, diskusi mengangkat tema “PSN, LSM Gereja di Tengah Gerakan Rakyat Papua”, yang membahas relasi proyek strategis nasional, peran lembaga sosial, serta dampaknya terhadap masyarakat adat.

 

Sementara pada Minggu kedua, diskusi bertajuk “Seksisme dan Valentin” akan mengulas persoalan seksisme, budaya patriarki, dan komersialisasi tubuh perempuan dalam konteks sosial modern.

 

Pada Minggu ketiga, tema diskusi difokuskan pada “Perempuan dan Cengkeraman Operasi Militer”, dengan sorotan pada pengalaman perempuan Papua di wilayah konflik bersenjata dan dampak kehadiran aparat keamanan terhadap kehidupan sosial masyarakat.

 

Adapun Minggu keempat, Lusiver Papua mengangkat tema “Sejarah Gerakan Perempuan”, yang akan membedah perjalanan dan kontribusi perempuan dalam berbagai gerakan perlawanan, baik di Papua maupun secara global.

 

Wenda menyebutkan bahwa seluruh rangkaian diskusi ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menjelang peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret.

 

“Kami ingin memastikan bahwa peringatan 8 Maret tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum perlawanan terhadap penindasan, ketidakadilan, dan kekerasan yang dialami perempuan Papua,” katanya.

 

Wenda mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan kegiatan melalui akun media sosial resmi mereka, agar dapat terlibat secara aktif dalam diskusi dan agenda yang telah dijadwalkan.

 

Dalam pernyataan sikapnya, Wenda menegaskan sejumlah tuntutan politik, di antaranya pembubaran Majelis Rakyat Papua (MRP), pencabutan Otonomi Khusus, penarikan militer dari Tanah Papua, penutupan PT Freeport Indonesia, serta penghormatan terhadap hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi Papua.

 

“Agenda ini adalah bagian dari perjuangan panjang rakyat Papua. Kami mengajak semua kawan untuk terlibat, belajar, dan melawan bersama,” ujar Jefri.

 

Wenda berharap bahwa Rangkaian diskusi Februari Bergerak, Maret Melawan diharapkan menjadi ruang konsolidasi ide dan gerakan menuju peringatan Hari Perempuan Internasional.

 

“Yang berpihak pada keadilan dan pembebasan perempuan Papua entah siapapun dia silahkan bergabung dalam diskusi diskusi kami,”katanya.