Beranda PEMBANGUNAN PAPUA Wakil Ketua DPR Papua Tengah Dorong Proyek Lumbung Pangan Lokal Berbasis Inisiatif...

Wakil Ketua DPR Papua Tengah Dorong Proyek Lumbung Pangan Lokal Berbasis Inisiatif Masyarakat

247
0

Nabire, tiiruu.com— Wakil Ketua DPR Papua Tengah John N.R. Gobai mendorong pembentukan proyek lumbung pangan lokal berbasis inisiatif masyarakat di Tanah Papua sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.

 

Gobai menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap program strategis nasional perlu diimbangi dengan kebijakan nyata pengembangan pangan lokal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

 

“Pengembangan pangan lokal harus menjadi prioritas karena berperan langsung dalam meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi bagi masyarakat Papua,” kata Gobai, kepada tiiruu.com, Kamis (12/2/2026).

 

Gobai menjelaskan bahwa potensi pangan lokal di Tanah Papua sangat beragam, antara lain ubi, keladi, sagu, gembili, pokem, sayur, buah, serta hasil perikanan dan peternakan seperti ikan, udang, kepiting, dan babi.

 

Menurut Gobai, pengembangan sektor pangan lokal tidak cukup hanya pada aspek produksi, tetapi harus terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia menegaskan bahwa langkah strategis yang perlu dilakukan meliputi penyiapan lahan lumbung pangan lokal, penyediaan alat pertanian modern, penguatan budidaya, pembinaan produksi dan pascapanen, pemasaran hasil, hingga pengembangan industri pengolahan.

 

Dalam kunjungan lapangan pada 10 Februari 2026, Gobai meninjau areal perkebunan sawit PT Nabire Baru di Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire.

 

Di lokasi tersebut, ia menemukan rumpun sagu seluas sekitar tujuh hektar yang belum dikelola secara optimal.

 

Gobai mengatakan hasil diskusi dengan pihak perusahaan membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengembangkan industri kecil pengolahan sagu di wilayah tersebut.

 

“Kedepan kita perlu kolaborasi nyata antara swasta, masyarakat, dan pemerintah untuk mengelola rumpun sagu yang ada, sekaligus menampung produksi sagu dari kampung-kampung sekitar dan wilayah Nabire,” ujarnya.

 

Gobai menambahkan bahwa keberadaan industri pengolahan sagu skala kecil akan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

Secara terpisah, Gobai juga menekankan pentingnya memasukkan program lumbung pangan lokal ke dalam rencana strategis pembangunan daerah agar pelaksanaannya terarah dan berkelanjutan.

 

Menurutnya, kebijakan berbasis potensi lokal merupakan fondasi utama kemandirian pangan Papua Tengah.

 

“Langkah-langkah ini harus dirumuskan dalam rencana strategis daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gobai.

 

Gobai berharap inisiatif pengembangan pangan lokal dapat menjadi gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat adat, dan sektor swasta dalam membangun sistem pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kuncinya koordinasi dan komunikasi serta kolaborasi kalau kita lakukan bersama saya yakin visi kita untuk menolong masyarakat kita,”katanya.