Nabire, tiiruu.com — Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Papua Barat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengumumkan duka nasional menyusul meninggalnya tiga anggota TPNPB Kodap III Ndugama Derakma bersama lima warga sipil akibat bencana banjir di Kali Soro, wilayah Yuguru.
Dalam siaran pers yang diterima media pada Kamis (5/2/2026), Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut peristiwa tersebut terjadi pada 1 November 2025, saat korban dilaporkan hanyut akibat luapan air sungai setelah hujan deras.
Laporan itu disampaikan oleh Komandan TPNPB Batalyon Yuguru Mayor Yibet Gwijangge, bersama Komandan Operasi TPNPB Batalyon Yuguru Mayor Soa-soa Karunggu dan Komandan Operasi TPNPB Batalyon Mugi Mayor Maleo Kogoya.
Tiga anggota TPNPB yang dilaporkan meninggal dunia masing-masing:
Mulanus Kogoya (Laki-laki), lahir di Muldumu, 16 April 2004, berpangkat Letnan Satu, menjabat Komandan Peleton Batalyon Yuguru.
Karuk Kogoya (Laki-laki), lahir di Kuid, 2 April 2006, berpangkat Kopral Satu, menjabat Komandan Sesi Satu Batalyon Yuguru.
Utlana Gwijangge (Perempuan), lahir di Nasinemba, 15 Januari 2005, menjabat Komandan Logistik Batalyon Yuguru.
Menurut keterangan dalam siaran pers, Mulanus Kogoya bergabung dengan TPNPB sejak 2019 dan pernah menjalankan tugas di bidang logistik. Sementara Karuk Kogoya dan Utlana Gwijangge disebut bergabung sejak 2025.
Selain ketiga anggota TPNPB tersebut, lima warga sipil asal Yuguru juga dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa banjir yang sama. Namun, hingga berita ini diturunkan, identitas kelima warga sipil tersebut belum dirinci secara resmi.
“Atas wafatnya tiga anggota TPNPB Kodap III Ndugama Derakma bersama lima warga sipil, kami mengumumkan duka nasional,” demikian pernyataan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam siaran pers yang ditandatangani Sebby Sambom, juru bicara TPNPB-OPM.
Pernyataan duka tersebut juga ditujukan kepada jaringan TPNPB di berbagai wilayah serta simpatisan di dalam dan luar negeri. Pihak TPNPB menyebut peristiwa ini sebagai dampak bencana alam, bukan akibat kontak senjata.
Siaran pers itu turut ditandatangani oleh jajaran pimpinan TPNPB-OPM, antara lain Goliath Tabuni selaku Panglima Tinggi, Melkisedek Awom sebagai Wakil Panglima, Terianus Satto selaku Kepala Staf Umum, serta Lekkagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum.









































